Breaking News:

Advertorial

Interkoneksi Kabel Laut, Bangka Belitung Semakin Terang Benderang 

Saat ini sirkit 1 mulai menghasilkan daya 30 Megawatt dan meningkat secara bertahap sampai dengan 90 Megawatt.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Tedja Pramana
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi Rosman saat melakukan peninjauan interkoneksi kabel laut di Landing Point Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (6/4) 

BANGKAPOS.COM - Pemerataan akses listrik di seluruh wilayah Bangka Belitung (Babel) adalah salah satu program yang dicanangkan oleh Gubernur, Erzaldi Rosman dalam prioritas pembangunannya. 

Berbagai upaya yang terus dilakukan, salahsatunya adalah bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero untuk menjadikan Negeri Serumpun Sebalai ini semakin terang benderang. 

Langkah yang dilakukan adalah pembangunan interkoneksi Sumatera-Bangka melalui kabel bawah laut sepanjang 36 kilometer (km) yang terbentang dari Landing Point Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan menuju Landing Point Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil, tahap pertama interkoneksi kabel laut akhirnya berhasil dioperasikan, dan akan meningkat secara bertahap.

Saat ini sirkit 1 mulai menghasilkan daya 30 Megawatt dan meningkat secara bertahap sampai dengan 90 Megawatt.

Jika sirkit 2 rampung diselesaikan, maka kabel bawah laut ini akan menghasilkan daya sebesar 200 Megawatt dengan kekuatan 150 KV.  

Gubernur Erzaldi Rosman saat melakukan peninjauan interkoneksi kabel laut di Landing Point Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (6/4/22) mengatakan bahwa dengan beroperasinya kabel bawah laut tersebut, akan membuat ketersediaan energi listrik di Babel akan semakin aman. 

"Dengan semakin besarnya cadangan listrik yang ada, kami berharap iklim investasi di Bangka Belitung akan lebih baik dan banyak lagi," ujar Gubernur Erzaldi yang didampingi Bupati Bangka Barat, Sukirman dan General Manager PT PLN Wilayah Babel, Amris Adnan saat melakukan peninjauan.

Gubernur berharap infrastruktur baru ini untuk segera diselesaikan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Babel, sebab kebutuhan dan pemanfaatan listrik Babel merupakan kebutuhan yang tertinggi di Indonesia, contohnya tahun lalu, pertumbuhan kelistrikan di Babel mencapai 13,7 persen.

"Semoga dengan interkoneksi ini, peningkatannya akan lebih cepat lagi, karena para investor yang akan berinvestasi di Bangka Belitung, memang menunggu ketersediaan listrik ini, terutama investasi di sektor perikanan," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved