Breaking News:

Advertorial

Gubernur : Urgen, Pengerukan Alur Pelayaran di Tiga Pelabuhan Perlu Kolaborasi

Pengerukan Alur Pelayaran di tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Belinyu, Muntok dan Pangkal Balam, harus segera direalisasikan.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Tedja Pramana
Diskominfo Babel
Rapat Koordinasi Rencana Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Belinyu dan Pangkal Balam di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Kamis (7/4). 

BANGKAPOS.COM - Pengerukan Alur Pelayaran di tiga pelabuhan yakni Pelabuhan Belinyu, Muntok dan Pangkal Balam harus segera direalisasikan.

Hal ini mengingat sedimentasi yang semakin tinggi utamanya di Pelabuhan Pangkal Balam dan juga Muntok.

Sementara pengerukan dan pendalaman alur baru pelabuhan di Tanjung Gudang Belinyu sebagai langkah percepatan perkembangan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan hal ini saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Belinyu dan Pangkal Balam yang bertempat di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Kamis (7/4/2022).

Hadir Kepala Bappeda Babel, Kepala Dinas Perhubungan Babel, General Manager PT Pelindo II Pangkal Balam, GM Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan perwakilan dari Lanal Babel.

Erzaldi  meminta agar semua pihak berkolaborasi dan bersinergi mengingat proses pengerukan tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemprov Babel, dikarenakan besarnya biaya dan juga ada beberapa area yang masih berada di bawah IUP PT Timah Tbk.

"Ada tiga pendalaman alur krusial yang harus dilakukan, yakni di Belinyu, Pangkal Balam dan Muntok. Ini harus dilakukan dalam waktu dekat. Tapi karena biayanya tidak sedikit, maka beberapa waktu lalu kita sudah rapat dengan Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub RI). Pihak Kemenhub RI berencana mengeluarkan izin pengerukan alur pelayaran kapal khususnya di Pelabuhan Tanjung Gudang tersebut kepada PT Timah Tbk. Pasalnya, sebagian besar alur yang akan dikeruk nantinya masih berada dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk," ungkap gubernur.

Oleh karena itu, dikatakannya bahwa PT Timah Tbk dapat berkontribusi membantu proses pengerukan sambil melakukan kegiatan penambangan karena area tersebut memiliki potensi kandungan timah dan pasir. Dan sebagaimana diketahui, jika sudah dibuat alur kapal, maka tidak ada lagi kegiatan penambangan.

Tidak hanya itu, Gubernur Erzaldi mengungkapkan bahwa selain itu ada juga permintaan TNI AL untuk membuat dermaga dengan cara reklamasi dan ini juga tidak jauh dari IUP PT Timah.

Kemudian, pada kesempatan tersebut gubernur mengemukakan perubahan alur pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu yang tadinya lurus hingga mengenai karang, namun kini dibuat alur baru tanpa harus memotong karang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved