Breaking News:

Mutiara Ramadan

Berpuasa Tapi Tidak Melaksanakan Salat Wajib, Bagaimana Hukumnya ?    

Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan, namun lalai salat wajib bagaimana hukumnya? Berikut penjelasan Fadillah Sabri.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) Fadillah Sabri. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Bulan Ramadan selalu ditunggu kehadirannya oleh setiap Umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Mereka berharap, akan mendapatkan beribu berkah dan kebaikan yang berlipat ganda ketika menjalankan amalan ibadah di bulan suci ini. 


Namun, tak jarang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, sering kali lalai untuk menjalankan ibadah salat wajib ketika di Bulan Ramadan.


Lantas, bagaimana hukum orang yang berpuasa Ramadan tetapi tidak menjalankan ibadah salat wajib? apakah puasanya akan tetap sah?


Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Fadillah Sabri, Jumat (8/4/2022) menyebutkan, bahwa orang yang berpuasa tetapi tidak melakukan salat wajib maka puasanya tetap dianggap sah.


Sebab kata Fadillah salat dan puasa adalah dua hal ibadah yang berbeda, namun keduanya adalah bagian Rukun Islam.


"Oleh karena itu kedua-duanya wajib dilaksanakan. Mereka yang berpuasa tapi tidak salat, Insya Allah mereka akan mendapatkan pahala puasanya namun mereka akan mendapatkan ganjaran dosa dari tidak salatnya," kata Fadillah.

Salat itu adalah tiang agama, oleh karena itu dianjurkan kepada semua umat islam, juga beriman maka salat itu wajib. "Bahkan kita diajarkan bahwasannya amalan yang pertama yang akan dihisab itu adalah salat, orang yang salatnya benar Insya Allah yang lainnya akan bagus juga. Oleh karena itu harus diketahui bahwa salat adalah perintah dari Allah, Rukun Islam setelah syahadat adalah mendirikan salat," jelasnya.


Menurutnya, ibadah puasa harus beriringan dengan salat, sebagaimana zakat dan salat. Jadi kelima Rukun Islam itu saling menguatkan, saling mengisi tidak bisa dihilangkan antara satu dengan yang lainnya. "Lalu bagaimana kalau ada orang yang ingin berpuasa tapi salatnya masih malas ? Caranya kita dakwahkan karena dakwah itu penting, salat akan membuat orang terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Jadi salat untuk penguatan jati diri seorang mukmin, sedangkan puasa itu adalah melatih kepekaan sosial," paparnya..


"Oleh karena itu mukmin sejati adalah mukmin yang betul-betul melaksanakan perintah Allah. Itu akan menjadi pribadi-pribadi yang soleh, pribadi yang tangguh dengan salat. Dan dia akan menjadi pribadi yang kepekaan sosial dengan melaksanakan ibadah puasa sebab kempuan menahan diri, tidak melakukan susuatu yang dilarang agama dengan puasa," tambahnya..

Oleh karenanya, Jika ada yang melakukan salat tapi tidak melaksanakan puasa bisa dikatakan belum sempurna kemuslimannya, ke-Islamannya. "Oleh karena itu kita harus mendakwahkannya agar kita sama-sama menjadi muslim yang taat, yang mendirikan salat dan juga melaksanakan ibadah puasa," katanya. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved