Breaking News:

Wagub Tekankan Prinsip Kehati-hatian dalam Pembangunan Gedung Radioterapi RSUD Ir Soekarno

Wagub menekankan agar pembangunan gedung radioterapi untuk dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perhatian tinggi.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Novita
Diskominfo Babel
Wagub Babel, Abdul Fatah, memimpin Rapat Koordinasi Teknis terkait percepatan pembangunan fasilitas radioterapi di RSUD Dr (HC) Ir Soekarno Babel, di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (8/4/2022). 

BANGKA - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah, memimpin Rapat Koordinasi Teknis terkait percepatan pembangunan fasilitas radioterapi di RSUD Dr (HC) Ir Soekarno Babel, yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (8/4/2022).

Dalam rapat tersebut, Wagub menekankan agar pembangunan gedung radioterapi untuk dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perhatian tinggi.

"Untuk itu, kita minta didampingi pihak yang berkompeten, seperti Sucofindo dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Apakah seluruh pekerjaan tersebut telah dilakukan secara benar dan sesuai dengan tata kelola, sehingga tidak ada kekhawatiran bahwa akan terjadi kebocoran dan lain sebagainya," kata wagub.

Dijelaskannya, tahap awal akan dilakukan pengetesan oleh Sucofindo, apakah hal-hal tersebut telah memenuhi syarat. Kemudian baru akan melakukan proses selanjutnya. 

Selanjutnya, akan dilakukan mobilisasi lahan dan baru dilakukan pemasangan pancang-pancang tiang. Kontrak kerja pembangunan radioterapi ini, lanjutnya, sudah ditandatangani pada 16 Maret 2022 dengan batas waktu pekerjaan sampai dengan bulan Oktober 2022.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Andre Nurtito, mengatakan, kegiatan pembangunan ruang radioterapi ini sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan, agar pada tahun 2023 di setiap provinsi harus tersedia pelayanan radioterapi ini. 

Inspektur Provinsi Bangka Belitung, Susanto, yang juga turut hadir dalam rapat itu, menambahkan,  pembangunan fasilitas radioterapi harus sangat hati-hati, terutama dalam membangun bunker. 

"Kita menggunakan tiang pancang sebagai dasar bunker, sehingga jangan sampai di bunker ada kecacatan, kekeliruan atau bocor. Karena kalau sampai bocor alat tidak berfungsi, gedung tidak berfungsi dan harus hati-hati, termasuk pengawasnya juga," jelasnya.

Dalam rapat ini, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, juga meminta data penderita kanker yang ada di Bangka Belitung kepada Kepala Dinkes Provinsi Bangka Belitung. Data ini kemudian digunakan untuk memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia medis yang diperlukan untuk pengoperasian pelayanan radioterapi. 

Hal itu bertujuan agar pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat bisa dilakukan secara cepat,serta  menghindari agar tidak terjadinya lagi masyarakat Bangka Belitug harus dirujuk keluar dari Bangka Belitung untuk pengobatan. 

Turut hadir dalam rapat ini Kepala Bakuda Babel, Kepala Bappeda Babel, Plt Direktur RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Babel, dan Sekretaris Dinas PU. (*)

Penulis: Lisia Ayu 

Foto: Iyas Zi

Editor: Budi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved