Breaking News:

INILAH Cara Bayar Fidyah Puasa, Lengkap dengan Waktu dan Takarannya

Berbeda dengan puasa qadha, fidyah dibayar dalam bentuk benda karena yang membayar tidak memungkinkan lagi mengganti dengan puasa akibat kondisi...

Tribunpadang.com
Besaran Fidyah yang Harus Dibayarkan 

BANGKAPOSCOM -- Seorang muslim yang tak bisa ber puasa Ramadhan lantaran sejumlah penyebab, maka diwajibkan membayar fidyah.

Fidyah berasal dari kata fadaa yang berarti menebus atau mengganti.

Adapun fidyah merupakan memberi tebusan atau utang bagi seorang muslim secara kriteria tertentu tak mampu melaksanakan puasa Ramadhan.

Membayar fidyah puasa adalah mengganti atau menebus puasa dengan membayar denda, bisa dengan uang atau makanan pokok yang dimakan sehari-hari kepada fakir miskin.

Berbeda dengan puasa qadha, fidyah dibayar dalam bentuk benda karena yang membayar tidak memungkinkan lagi mengganti dengan puasa akibat kondisi-kondisi tertentu.

Baca juga: Doa Menghapus Segala Bentuk Dosa Serta 8 Doa Pendek Tapi Dapat Pahala yang Luar Biasa, Amalkan Yuk

Baca juga: Keluar dari Tjong A Fie, Ganjar Pranowo Naik Becak Keliling Kesawan, Lambaikan Tangan ke Warga Medan

Baca juga: Jangan Berani-berani Sentuh Bangkai Unta di Gurun, Hal Ini yang Akan Terjadi

Baca juga: SATU Minggu Mau Dilantik, Calon Prajurit TNI Malah Dipecat, Gara-gara Ibunya Menikah dengan Pria Ini

Baca juga: Nicholas Sean Mengaku Tak Ingin Menikah, Benarkah Trauma dengan Perceraian Ahok dan Veronica Tan?

Dikutip bangkapos.com dari Serambinews.com, berikut ini cara membayar fidyah puasa, lengkap dengan waktu, takaran dan bacaan niatnya seperti yang berikut ini:

Cara Bayar Fidyah Puasa

1. Kategori Dibolehkan Bayar Fidyah

Adapun kategori orang yang dibolehkan membayar fidyah puasa sebagaimana mengutip dari Baznas (6/4/2022) sebagai berikut:

- Orang tua renta

- Orang sakit parah

- Wanita hamil (lihat Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi, Fath al-Qarib Hamisy Qut al-Habib al-Gharib, hal. 223)

a. Jika khawatir keselamatan dirinya atau dirinya beserta anak/janinnya, maka tidak ada kewajiban membayar fidyah.

Baca juga: Luna Maya Sampai Kaget saat Nassar Sesumbar Akui Cari Istri yang Crazy Rich: Oh Gitu, Crazynya Nggak

Baca juga: Pria Tuna Wisma ini Mendadak Terkenal Usai Diajak Selebgram Cantik ke Hotel, Lakukan ini di Ranjang

Baca juga: Adzan Mulai Bergema di Amerika Serikat, Diperbolehkan di Puluhan Masjid Minneapolis

Baca juga: Pantesan The Real Sultan, Hassanal Bolkiah Ternyata Dibayar Gaji Segini per Detik

b. Jika hanya khawatir keselamatan anak atau janinnya saja, maka wajib membayar fidyah.

- Orang mati (fiqih Syafi’i)

a. Orang yang meninggalkan puasa karena uzur dan ia tidak memiliki kesempatan untuk mengqadha, semisal sakitnya berlanjut sampai mati, tidak ada kewajiban apa pun bagi ahli waris perihal puasa yang ditinggalkan mayit, baik berupa fidyah atau puasa.

Baca juga: Catatan Perjalanan Ramadhan - Buka Puasa di Times Square : Dari Jefferson ke Biden

b. Orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur atau karena uzur, namun ia menemukan waktu yang memungkinkan untuk mengqadha puasa, menurut qaul jadid (pendapat baru Imam Syafi’i), wajib bagi ahli waris/wali mengeluarkan fidyah untuk mayit sebesar satu mud (takaran dijelaskan di bawah) makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, dari harta peninggalan mayit.

- Orang yang Lalai Qadha Puasa

Lalai atau menunda-nunda qadha puasa (ganti puasa) padahal mampu segera mengqadha sebelum datang Ramadhan berikutnya, maka ia berdosa dan wajib membayar fidyah satu mud makanan pokok untuk per hari puasa yang ditinggalkan.

Fidyah ini diwajibkan sebagai bayaran atas kelalaian mengqadha puasa. Bahkan menurut pendapat al-Ashah, bila qadha puasa terlambat hingga dua tahu (dua kali Ramadhan), maka ia diwajibkan membayar fidyah dua kali lipat.

Baca juga: Namanya Disandingkan dengan Tante Ernie Jadi Pemersatu Bangsa, Begini Tanggapan Maria Vania

Baca juga: Inilah Kisah Sniper Wanita Ukraina Berperang Lawan Rusia, Sebut Tentara Rusia Makhluk Sangat Kejam

Baca juga: Rieta Amilia Siap Menjanda, Ibu Nagita Slavina Kini Gugat Cerai Suami, Begini Jelasnya

Baca juga: Pengacara Muda ini Digoda Hingga Trauma, Ternyata jadi Budak Nafsu Dosen Wanita, Gugat Sampai Rp8 M

2. Takaran Bayar Fidyah

Dikutip dari Tribunnews.com (6/4/2022), Imam Malik dan Imam As-Syafi'I berpendapat, fidyah yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum, kira-kira 6 ons = 675 gram = 0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa).

Sementara menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha' gandum. Jika 1 sha' setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha' berarti sekitar 1,5 kg.

Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras sebagai makanan makan pokok sehari-hari.

Berapa jumlah puasa yang ditinggal, maka jumlah fidyah yang harus dikalikan dengan 1,5 kg beras atau diuangkan.

Fidyah boleh dibayarkan kepada fakir miskin dengan sejumlah puasa yang ditinggalkan atau dibayar ke beberapa orang saja. Misal 2 orang, berarti masing-masing mendapat total takaran fidyah yang harus dibayarkan dibagi dua.

3. Waktu dan Niat Bayar Fidyah

Fidyah puasa bagi orang sakit keras, tua renta dan ibu hamil/menyusui diperbolehkan dikeluarkan setelah subuh untuk setiap hari puasa, boleh juga setelah terbenamnya matahari di malam harinya, bahkan lebih utama di permulaan malam.

Boleh juga diakhirkan di hari berikutnya atau bahkan di luar bulan Ramadhan.

Tidak boleh membayar fidyah sebelum Ramadhan atau sebelum memasuki malam hari saat terbenamnya matahari untuk setiap hari puasa.

Sementara fidyah puasa untuk orang mati diperbolehkan dilakukan kapan saja, tidak ada ketentuan waktu khusus dalam fiqih turats (segala sesuatu yang ditinggalkan).

Niat fidyah boleh dilakukan saat menyerahkan kepada fakir/miskin, saat memberikan kepada wakil atau setelah memisahkan beras yang hendak ditunaikan sebagai fidyah. Hal ini sebagaimana ketentuan dalam bab zakat.

- Contoh niat fidyah puasa bagi orang sakit keras dan orang tua renta:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ لإِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

"Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadhan, fardhu karena Allah"

- Contoh niat fidyah bagi wanita hamil atau menyusui:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ إِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ لِلْخَوْفِ عَلَى وَلَدِيْ على فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

"Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anakku, fardhu karena Allah"

- Contoh niat fidyah puasa orang mati (dilakukan oleh wali/ahli waris):

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ صَوْمِ رَمَضَانِ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

"Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama mayitnya), fardhu karena Allah"

- Contoh niat fidyah karena terlambat mengqadha puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ تَأْخِيْرِ قَضَاءِ صَوْمِ رَمَضَانَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

"Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardhu karena Allah"

Demikian cara membayar fidyah puasa bagi yang uzur dan tidak memungkinkan lagi mengqadha (mengganti) puasa, lengkap dengan waktu serta takarannya. Semoga bermanfaat!

(*/ bangkapos.com)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved