Breaking News:

Inilah Alasan Mengapa Warga Singapura Tidak Memiliki Kendaraan Pribadi

Dikenal sebagai negara kaya dan maju, ternyata warga Singapura tidak memiliki kendaraan pribadi. Pemerintah sengaja naikan harga mobil

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
fakta.news
Inilah alasan warga Singapura tidak memiliki kendaraan pribadi 

Namun tentu dengan adanya uji kelayakan mobil dulu yang harus dilalui.

Jika Anda tidak lolos, maka mobil harus dihancurkan (scraped).

Selain itu, Pemerintah Singapur juga memberlakukan sebuah aturan, yakni jika Anda membeli mobil dengan cara kredit, Anda diharuskan untuk membayar secara tunai atau cash minimal 40 persen.

Antisipasi Kemacetan

Singapura menduduki peringkat ke-55 dalam indeks kemacetan global versi perusahaan navigasi TomTom.

Dilansir dari bbc.com, Singapura telah memberlakukan pembatasan jumlah kendaraan sejak 2018 silam.

Bukan tanpa alasan, dengan luas wilayah yang tidak begitu besar, aturan ketat mutlak untuk diberlakukan.

Sebagai jalan keluarnya, Pemerintah Singapura menginvestasikan S$20 miliar (Rp200 triliun) di infrastruktur kereta api baru.

S$4 miliar (Rp 40 triliun) untuk meningkatkan infrastruktur yang ada, dan S$4 miliar (Rp 40 triliun) untuk subsidi kontrak bus.

Perawatan Mobil

Dilansir dari kompas.com, harga bensin di Singapura jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Indonesia.

Untuk Levo 98 (Ron 98) dihargai Rp30.713 per liternya, Levo 95 (Ron 95) Rp25.685 per liter, Levo 92 (Ron 92) Rp25.466 per liter, dan Levo Diesel diangka Rp20.329 per liter.

Jika ditotalkan dalam waktu satu bulan, Anda dapat menganggarkan uang sebesar S$300, atau bisa lebih hanya untuk bensin saja.

Biaya parkir S$200, sudah termasuk Electronic Road Pricing (ERP), yakni sebuah jalan berbayar, jika di Indonesia seperti jalan tol.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved