Breaking News:

Inilah Alasan Mengapa Warga Singapura Tidak Memiliki Kendaraan Pribadi

Dikenal sebagai negara kaya dan maju, ternyata warga Singapura tidak memiliki kendaraan pribadi. Pemerintah sengaja naikan harga mobil

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
fakta.news
Inilah alasan warga Singapura tidak memiliki kendaraan pribadi 

BANGKAPOS.COM - Kecil-kecil cabe rawit, itulah sebuah kalimat yang pantas bagi Negara Singapura.

Luasnya hanya sekitar 728,6 km⊃2;, namun Gross Domestic Product (GDP) yang dimiliki Singapura mencapai angka 340 miliar dolar AS pada 2020.

Bahkan menurut data resmi dari Bank Dunia, nilai GDP Singapura mewakili 0,30 persen ekonomi dunia.

Meskipun masuk dalam daftar negara kaya dan maju, ternyata untuk dapat memiliki kendaraan pribadi seperti mobil di Singapura sangatlah sulit.

Kira-kira ada yang tahu enggak kenapa?

Harga Kendaraan yang Mahal

Dilansir dari kanal YouTube Heni at Singapore, seorang WNI yang menetap di Singapura, ia harus mengeluarkan kocek yang sangat dalam untuk dapat membeli sebuah mobil.

Mobil SUV mini yang diproduksi oleh Honda, yakni HR-V memiliki harga yang sangat fantastisdi sana, yakni menyentuh angka S$105,999 atau jika di rupiahkan mencapai Rp1 miliar.

Baca juga: Rusia Siapkan Serangan Besar-besaran, Presiden Ukraina Zelensky: Kami Siap

Baca juga: Gus Baha Jelaskan Bedanya Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran, Ada yang Salah Pengertian

Harga segitu sudah termasuk dengan Certificate of Entitlement (COE), yakni sebuah lisensi kuota untuk memiliki kendaraan di negara-kota pulau berdaulat Singapura.

Padahal jika dibandingkan dengan di Indonesia, mobil Honda HR-V ini hanya dibanderol dengan harga Rp279,5 juta hingga Rp395 juta.

Harus Memiliki Surat Izin Kepemilikan Kendaraan

Pemerintah Singapura sengaja mempersulit aturan terkait kepemilikan kendaraan pribadi bagi warganya.

Harga COE di Singapura mencapai angka S$35,000, atau setara dengan Rp350 juta, dan itu hanya berlaku selama sepuluh tahun saja.

Jika masa berlaku habis, Anda dapat memperpanjang COE selama lima hingga sepuluh tahun lagi.

Namun tentu dengan adanya uji kelayakan mobil dulu yang harus dilalui.

Jika Anda tidak lolos, maka mobil harus dihancurkan (scraped).

Selain itu, Pemerintah Singapur juga memberlakukan sebuah aturan, yakni jika Anda membeli mobil dengan cara kredit, Anda diharuskan untuk membayar secara tunai atau cash minimal 40 persen.

Antisipasi Kemacetan

Singapura menduduki peringkat ke-55 dalam indeks kemacetan global versi perusahaan navigasi TomTom.

Dilansir dari bbc.com, Singapura telah memberlakukan pembatasan jumlah kendaraan sejak 2018 silam.

Bukan tanpa alasan, dengan luas wilayah yang tidak begitu besar, aturan ketat mutlak untuk diberlakukan.

Sebagai jalan keluarnya, Pemerintah Singapura menginvestasikan S$20 miliar (Rp200 triliun) di infrastruktur kereta api baru.

S$4 miliar (Rp 40 triliun) untuk meningkatkan infrastruktur yang ada, dan S$4 miliar (Rp 40 triliun) untuk subsidi kontrak bus.

Perawatan Mobil

Dilansir dari kompas.com, harga bensin di Singapura jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Indonesia.

Untuk Levo 98 (Ron 98) dihargai Rp30.713 per liternya, Levo 95 (Ron 95) Rp25.685 per liter, Levo 92 (Ron 92) Rp25.466 per liter, dan Levo Diesel diangka Rp20.329 per liter.

Jika ditotalkan dalam waktu satu bulan, Anda dapat menganggarkan uang sebesar S$300, atau bisa lebih hanya untuk bensin saja.

Biaya parkir S$200, sudah termasuk Electronic Road Pricing (ERP), yakni sebuah jalan berbayar, jika di Indonesia seperti jalan tol.

Tarif ERP tergolong cukup mahal, karena kondisi lalu lintas, jarak waktu, dan jenis kendaraannya menjadi dasar perhitungan pada sistem ERP.

Jika Anda menggunakan motor, tarif ERP yang harus Anda bayar adalah Rp4.700 sampai dengan Rp9.400.

Sedangkan untuk mobil dikenakan tarif Rp13.000 sampai dengan Rp16.000.

Pajak yang Tinggi

Ini menjadi salah satu alasan mengapa warga Singapura banyak yang tidak memiliki kendaraan pribadi, ya karena pemerintah Singapura memberlakukan pajak yang tinggi.

Pajak kendaraan di Singapura yang dibayar setiap 6 bulan dapat menyentuh angka sebesar S$375.

Selain itu, terdapat pula biaya asuransi mobil sebesar S$100.

Sehingga jika kesemua biaya tersebut ditotalkan, bukan jumlah yang sedikit bagi warga Singapura untuk dapat memiliki kendaraan pribadi.

Sebagai informasi, semua aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Singapura bertujuan untuk mengurangi angka kemacetan di sana.

(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved