Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Amri Cahyadi Kesal, Desak Gubernur Copot Kepsek SMKN 4 Pangkalpinang, Ini Penyebabnya

Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi sangat kesal mendengar kabar siswa SMKN 4 Kota Pangkalpinang depresi usai magang. 

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Amri Cahyadi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi sangat kesal mendengar kabar siswa SMKN 4 Kota Pangkalpinang depresi usai magang. 


Pimpinan DPRD Babel ini mendesak agar Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengambil tindakan cepat tanggap. 


Bahkan bila ada kelalaian, gubernur harus mencopot jabatan Kepala (Kepsek) SMKN 4 Pangkalpinang. "Kepala Dinas Pendidikan dan gubernur bisa menegur sekaligus mencari solusi bentuk pertanggung-jawaban dari persoalan ini. Jika ada kelalaian pihak sekolah bisa saja mereka diberi sanksi teguran sampai dengan pencopotan jabatan," tegas Amri saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Selasa (12/4/2022). 


Diberitakan sebelumnya, Zk (17) siswa SMKN 4 Kota Pangkalpinang, yang sedang melakukan magang praktik kerja industri di LPK Bahtera Kabupaten Pati, Jawa Tengah, harus kembali dipulangkan karena depresi. 


Bahkan saat ini dia dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat, pada Minggu (10/4/2022) kemarin. Diduga siswa ini, mengalami depresi, atau berdasarkan diagnosis dokter mengalami skizofrenia paranoid. 


Dugaan kekerasan terhadap Taruna SMKN 4 Pangkalpinang ini, menjadi keresahan orang tua, terutama yang mengetahui anak mereka pergi dalam keadaan sehat dan ketika pulang mengalami depresi. 


"Saya pribadi kesal dan sedih dengan kejadian ini karena sepertinya berulang kembali. Pengawasan kita terhadap pihak-pihak yang menerima  anak magang kita serasa kurang bahkan seperti tiada," sesalnya. 


Politisi PPP ini mengatakan wakil rakyat sudah pernah menegur hal ini agar sistem kerja sama lebih baik lagi. "Dulu sudah kami kritik dan minta agar sistem kerja samanya diperbaiki. Mesti ada sisi pengawasan ketat dan pastinya ada mekanisme tanggung-jawab pihak-pihak yang mempekerjakan jika ada persoalan seperti ini," katanya. 


Wakil rakyat ini juga merasa kecewa pada sikap kepala sekolah yang dianggap tak semestinya. "Saya kecewa kalau lah sikap kepala sekolah santai menyikapi persoalan ini sebagaimana pemberitaan. Ini tidak ada rasa iba dan empati kepada pihak keluarga yang dirugikan," katanya. 


Amri mendesak agar pihak sekolah untuk bertanggung-jawab akan persoalan ini dan tidak lepas tangan. "Jangan dipandang enteng dan remeh dari persoalan ini. Kita menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul maka proses seperti peloncoan jikalau ada wajib harus dihilangkan. Orangtua berjuang dan berdoa agar anak-anak mereka lancar dan sukses dalam pendidikannya. 


Sehingga jika pada proses pendidikan ada hal yang tidak sesuai maka ini pastinya menjadi tanggungjawab penyelenggara pendidikan," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved