Breaking News:

Dokter Dina Oktaviani Bagikan Tips Hubungan Suami Istri Setelah Berbuka Puasa

Anda dan pasangan perlu memilih waktu yang tepat untuk berhubungan intim di bulan puasa agar tak mengganggu ibadah.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Iwan Satriawan
YouTube/Gue Sehat
dr Dina Oktaviani 

BANGKAPOS.COM - Selain menahan lapar dan haus, umat Muslin di bulan Puasa juga wajib menahan hawa nafsu untuk berhubungan suami istri.

Melakukan hubungan badan di siang hari saat puasa, adalah suatu yang terlarang dan menjadikan batalnya puasa.

Saking terlarangnya, jika melakukan hubungan badan di siang hari saat puasa, maka bisa mendapatkan hukuman berupa denda atau kafarat.

Kafarat dalam Ensiklopedi Hukum Islam diartikan sebagai denda yang wajib ditunaikan seseorang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa.

Sama halnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kafarat diartikan denda yang harus dibayar karena melanggar larangan Allah atau melanggar janji.

Secara umum, terdapat empat macam kafarat, yakni kafarat zhihar, kafarat pembunuhan, kafarat sumpah dan kafarat jima'.

Kafarat Jima' merupakan denda yang dikenakan kepada orang-orang yang membatalkan puasa karena melakukan hubungan suami istri di siang hari pada saat puasa ramadan, atau jima'.

Ada beberapa tingkatan jenis kafarat yang disesuaikan dengan kemampuan orang yang akan menjalankan kafarat itu sendiri.

Pertama, dengan cara memerdekakan budak. Kedua, berpuasa 2 bulan berturut-turut. Ketiga, memberi makan 60 orang miskin.

Meski dilarang dilakukan pada siang hari, para suami istri masih bisa melakukan kegiatan suami istri itu di malam hari.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved