Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018, Ranto Sendu Ajak Anak Muda Berkreasi

Ranto Sendu berusaha menyampaikan perda ini kepada para masyarakat, khususnya kawula muda agar semakin kreatif dan produktif tanpa rasa takut. 

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
istimewa
Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ranto Sendu bergerak menyebarluaskan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 (Ist/FB Humas DPRD) 

 

 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ranto Sendu menyebarluaskan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengembangan ekonomi kreatif. Sosialisasi Perda itu dilaksanakan di Aula Kesyahduan Kelurahan Bukitbetung, Kecamatan Sungailiat, Bangka beberapa hari lalu.

 

Ranto Sendu berusaha menyampaikan perda ini kepada para masyarakat, khususnya kawula muda agar semakin kreatif dan produktif tanpa rasa takut. 

 


Katanya, negara memiliki tujuan memajukan kesejahteraan umum yang pelaksanaannya dijamin oleh undang-undang. "Salah satu tujuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana pembukaan Undang-Undang Dasar 45, adalah memajukan kesejahteraan umum, yang mana pemakaian frasa kesejahteraan umum tidak dapat dipisahkan dari aspek pembangunan ekonomi. Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi, pemerintah memprioritaskan salah satu sektor yaitu ekonomi kreatif ," ujarnya dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Selasa (12/4/2022). 


Politisi Demokrat ini mengatakan bahwa pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan secara terencana di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilakukan secara matang dengan tetap berpedoman pada perundang-undangan, rencana pembangunan daerah, pelaksanaan otonomi dan tugas perbantuan. 


"Kami harap Perda ini dapat dijadikan rujukan hukum bagi siapa saja yang ingin menumbuhkan ide-ide baru, kreativitas sumber saya manusia yang berbasis warisan budaya maupun teknologi serta aspek lain. Sehingga suatu saat dapat dikembangkan menjadi properti dan hak kekayaan intelektual (HAKI) yang diakui, yang akan bermuara pada pengembangan ekonomi kreatif yang lebih luas lagi," katanya. (Bangkapos.com/Rilis/Cici Nasya Nita)


 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved