Breaking News:

Human Interest Story

Awalnya Tak Bisa Mengaji, Kini Nabil Hafal Qu'ran 9 Juz, Cita-Cita ke Yaman dan Polisi Hafiz Quran

Mempunyai impian menjadi Hafiz Qur'an dan polisi merupakan cita-cita Muhammad Nabil As-Siddiqi (15) untuk membanggakan kedua orang tuanya.

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Muhammad Nabil As-Siddiqi, santri kelas X di Pondok Pesantren, Desa Kimak, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM-BANGKA -- Mempunyai impian menjadi Hafiz Qur'an dan polisi merupakan cita-cita Muhammad Nabil As-Siddiqi (15) untuk membanggakan kedua orang tuanya.

Akrab dipanggil Nabil, remaja ini merupakan santri kelas X sekolah menengah atas (SMA) Pondok Pesantren Darul Iman, Kimak, Kabupaten Bangka. Rabu, (13/04/2022).

Keinginannya menjadi seorang hafiz Qur'an awalnya bukan dari dirinya.

Namun sejak 4 tahun lalu orangtua Nabil meminta masuk ke ponpes demi mendalami ilmu agama serta menjadi tahfiz Qur'an.

"Untuk menghafal sendiri, awalnya nggak ada niatan khusus untuk menghafal Al-Qur’an secara penuh, hanya mengikuti alur di pondok aja dan arahan orang tua,” ungkapnya.

Hari-hari yang dijalani anak pertama dari dua bersaudara itu tidaklah mudah, jauh dari orangtua membuatnya harus belajar betul untuk hidup mandiri.

"Kalau sekarang harus belajar mandiri, belajar ilmu agama, belajar Al-Qur'an juga intinya mengikuti peraturan di ponpes saja, karena  Nabil masih belajar belum ada pengalaman sama sekali," ungkapnya.

Bahkan diakuinya, sebelum masuk ponpes ia belum bisa mengaji dengan baik dan benar, sehingga sebelum menghafal Al-Qur'an, remaja tersebut belajar tahsin dulu.

"Selama 3 bulan belajar cara mengaji setelah itu lancar baru menghafal Al-Qur'an," kata Nabil.

Proses demi proses pun ia lewati dari yang belum bisa mengaji kini ia dapat menghafal Al-Qur'an.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved