Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Berkah Ramadan, Perusahaan Teknologi Anak Bangsa GOTO Naik 13 % di Perdagangan Perdana

Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 13,02% ke Rp 382 per saham pada perdagangan perdana, Senin (11/4). 

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos/Widodo
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang Bangka Belitung, Yoseph Kaburuan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 13,02% ke Rp 382 per saham pada perdagangan perdana, Senin (11/4). 

Harga saham GOTO sempat menyentuh level tertinggi di Rp416 per saham pada pembukaan perdagangan sebelum mempersempit kenaikan.

Demikian disebutkan, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) cabang Bangka Belitung, Yoseph, kata Yoseph beberapa hari terakhir dibulan ramadan GOTO lagi ramai ditransaksi saham.

"Hari ini adalah hari ke 4 sejak Saham GOTO (gojek tokopedia) listing di Bursa Efek Indonesia. Mulai dari pagi sampai dengan sore kemarin transaksi jual beli di pasar sekunder untuk saham GOTO sudah 1,15 Triliun," ungkap Yoseph kepada Bangkapos.com, Kamis (14/4/2022).

"Tanggal 11 April 2022 kemarin saat listing di Bursa Efek Indonesia, transaksi jual beli yang terjadi di hari itu hampir Rp4 Triliun," tambahnya.

Menurutnya, dalam beberapa minggu ini, euforia saham GOTO cukup terasa di kalangan investor. 

"Karena kita cukup bangga juga ada perusahaan teknologi anak bangsa yang saat ini sudah jadi dekacorn dan bersaing dengan perusahaan teknologi luar,"kata Yoseph.

Ia menyebut, pertumbuhan GOTO ke depannya didorong oleh adanya akselerasi digital, dibarengi dengan permintaan layanan digital berkembang lebih banyak lagi, serta populasi usia rata-rata yang paham teknologi.

"GOTO memiliki kemampuan untuk bertumbuh di atas rata-rata industri, berkat sinergi ekosistem yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menurunkan biaya akuisisi pelanggan di masa depan," sebutnya.

Menurut Yoseph tentunya, kenaikan pasar modal Indonesia saat ini cukup positif, sebab banyak ditopang dengan kenaikan harga komoditi, apalagi komoditi Indonesia jumlahnya masih melimpah dan demand masih tinggi.

"Pengaruh ramadhan ada, namun kecil. Biasanya efek ke inflasi, karena pada bulan ramadan uang beredar cukup banyak. Karyawan dapat THR, income minimal 2x dibulan ramadan. Pengaruhnya ke daya beli masyarakat, konsumsi meningkat, perusahaan dapat profit, harga saham juga mengikuti, namun, saya lihat efeknya kecil," jelas Yoseph.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved