Breaking News:

Pengembangan Empat Pelabuhan di Pulau Bangka Bakal Segera Terwujud

Upaya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman dalam merealisasikan pengembangan pelabuhan

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Pengembangan Empat Pelabuhan di Pulau Bangka Bakal Segera Terwujud 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Upaya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman dalam merealisasikan pengembangan pelabuhan, khususnya di Pulau Bangka mulai menemui titik terang.

Hal itu diperkuat dengan rampungnya pembahasan Nota Kesepahaman terkait rencana kerjasama pelaksanaan kegiatan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan.

Keberadaan pelabuhan memiliki peran yang vital bagi Babel sebagai provinsi kepulauan. Maka dalam rapat pembahasan itu,

Erzaldi memastikan detail Nota Kesepahaman yang difokuskan pada Pelabuhan Muntok dan Pelabuhan Tanjung Ular di Kabupaten Bangka Barat, Pelabuhan Belinyu di Kabupaten Bangka, serta Pelabuhan Pangkal Balam di Kota Pangkalpinang sesuai dengan harapan masyarakat Babel.

Adapun ruang lingkup dari kesepakatan bersama ini adalah reklamasi dan pengembangan pelabuhan, pendalaman alur pelabuhan, normalisasi alir pelayaran dan sungai serta pertambangan, kemudahan pelayanan dan ketersediaan informasi investasi di bidang transportasi, dan lain sebagainya.

Erzaldi optimistis jika pengembangan pelabuhan ini terwujud, akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi serta menunjang percepatan pembangunan daerah.

"Selain itu, pengerukan alur itu juga diperlukan untuk mengatasi sedimentasi akibat pertambangan yang berimbas pada bencana banjir," ungkap Erzaldi di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur, Rabu (13/4/2022).

Dikatakannya, khusus pengembangan Pelabuhan Muntok direncanakan pada reklamasi, pengembangan pelabuhan, dan pendalaman alur pelabuhan, termasuk Pelabuhan Tanjung Ular akan dilakukan pendalaman alur pelabuhan.

Sementara Pelabuhan Belinyu yang akan dilakukan pendalaman alur akan melewati IUP PT Timah dan pihak swasta, serta reklamasi pangkalan Angkatan Laut yang juga akan dijadikan dermaga.

"Dan yang terpenting, wilayah yang sudah dilakukan pendalaman alur, tidak boleh untuk di tambang lagi," tegasnya.

Sama halnya dengan pelabuhan Pangkal Balam, yang bersentuhan dengan PT Pelindo, PT Timah, serta perusahaan swasta lain.

"Hari Senin, saya minta koreksinya dari yang melakukan kesepakatan bersama ini, nantinya akan kita lanjutkan dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama)," kata Erzaldi.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming-Ming.

Dirinya menyambut positif akan adanya pengembangan Pelabuhan Muntok dan Tanjung Ular. Bahkan pihaknya telah menyiapkan Pelabuhan Tanjung Ular untuk menjadi pelabuhan internasional.

"Seperti kita ketahui, bahwa selama ini Tanjung Ular berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul, maka kami sedang menyiapkan untuk dijadikan pelabuhan internasional," kata Bong Ming Ming.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved