Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tips Sehat Minum Kopi Selama Bulan Puasa, Sangat Tidak Disarankan Minum Kopi Saat Sahur 

Banyak orang yang memulai hari dengan secangkir kopi. Namun, di bulan ramadhan apakah kita harus berhenti mengonsumsi kopi?

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Sajian kopi bercita rasa lokal yang diolah di Muntok yang disajikan di Warkop Abang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Banyak orang yang memulai hari dengan secangkir kopi. Namun, di bulan ramadhan apakah kita harus berhenti mengonsumsi kopi? Sebab kandungan kafein bisa jadi mempengaruhi ibadah berpuasa seharian.

Menurut Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang serta Konsultan Gizi Aplikasi Gizi Nusantara Karina Dwi Handini, lebih dari 60% tubuh manusia merupakan cairan. 

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia akan cairan sangat tinggi. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama kurang lebih 13 jam.

"Kondisi ini jika tidak disiasati dengan baik akan mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi. Namun demikian, minum dalam jumlah banyak secara sekaligus dapat menyebabkan pengenceran darah dan menyebabkan kondisi hiponatremia (kadar natrium dalam darah turun dari normal), sehingga tidak baik bagi kesehatan," kata Karina kepada Bangkapos.com, Rabu (13/4/2022).

Oleh karena itu, Dia menyebut pengaturan konsumsi selama berpuasa sangat penting dilakukan. Secara umum, jumlah kebutuhan cairan bagi orang dewasa adalah 2 liter (8 gelas) sehari, terutama air putih. 

"Jumlah ini dapat dipenuhi dengan minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas saat makan malam, 2 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, dan 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas saat, atau setelah sahur sebelum imsak. Satu gelas lagi dapat berupa satu mangkok sedang makanan berkuah pada saat berbuka (misal kolak atau jus buah atau koktail) atau satu mangkok sedang sup, soto atau sayur bening saat makan sahur," jelasnya.

Menurutnya, pada orang-orang yang lebih menyukai minum teh, susu, atau kopi, maka 1-2 gelas air putih bisa diganti dengan jus, susu, teh, atau kopi. Jus yang kental sebaiknya diminum setelah berbuka. Sementara untuk susu, teh dan kopi bisa diminum sebagai selingan antara makan malam dan menjelang tidur. 

"Setiap orang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda terhadap jenis kopi. Ada yang perutnya kuat meminum kopi hitam pekat, namun sebagian sensitif sehingga harus mencampurkan tambahan lain. Namun, yang paling baik adalah menghindari langsung mengkonsumsi kopi dalam keadaan perut kosong," bebernya.

Menurut Karina, hal ini disebabkan karena kopi memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan berpotensi membuat asam lambung naik. Sehingga kopi sebaiknya dikonsumsi setelah minum air putih dan penganan manis terlebih dahulu, barulah mengonsumsi kopi setelahnya atau agak malam sesudah shalat tarawih.

"Batas maksimum konsumsi kopi per hari adalah 450 miligram, setara dengan empat cangkir kopi. Kopi yang dimaksud adalah kopi tanpa tambahan gula, krim, sirup, atau susu," tegasnya.

Dia menegaskan, sangat tidak disarankan untuk minum kopi saat sahur, karena salah satu sifat kafein yang terkandung dalam kopi dapat meningkatkan pengeluaran air kemih sehingga menyebabkan seseorang menjadi mudah buang air kecil. 

"Hal ini dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengakibatkan munculnya rasa haus," ungkap Karina.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved