Breaking News:

Ramadhan

Proses Nuzulul Quran di Bulan Ramadan, Diturunkan dari Lauhul Mahfuz Ke Baitul Izzah Hingga Ke Bumi

Proses turunnya Alquran ada dua tahap, yakni dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah dan kemudian dari Baitul Izzah ke bumi.

Editor: fitriadi
(SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)
Seorang jemaah muslimah membaca Alquran. Kitab suci umat Islam ini diturunkan melalui dua proses di bulan Ramadan, pertama diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah, dan kemudian diturunkan dari Baitul Izzah ke bumi. 

Meski demikian, keduanya berbeda dan kadang sering disalahpami orang.

"Harus dibedakan Nuzulul Quran di malam 17 Ramadan dan Nuzulul Quran saat Lailatul Qadar," kata Syekh Ali Jaber.

Nuzulul Quran di Malam Lailatul Qadar

Proses pertama turunnya Alquran adalah di malam  Lailatul Qadar, secara keseluruhan atau sekaligus sebanyak 30 juz dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah, sebuah tempat di langit pertama.

Semua ulama sepakat Nuzulul Quran dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah terjadi pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Nuzulul Quran ke Bumi

Kemudian proses selanjutnya Alquran diturunkan dari Baitul Izzah ke bumi.

"Dari Baitul Izzah ke bumi, bertahap-tahap," ujar Syekh Ali Jaber.

Alquran diturunkan ke bumi melalui Malaikat Jibril, dengan wahyu pertama surat Al-Alaq saat Nabi Muhammad menyepi di Gua Hira.

Menurut Syekh Ali Jaber, tidak ada perbedaan pendapat ulama mengenai wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad yaitu surat Al-Alaq

Akan tetapi, ada perbedaan terkait kapan turunnya ke bumi.

"Tapi yang dari Baitul Izzah ke bumi ini yang jadi perbedaan, ada yang bilang di  Lailatul Qadar, ada yang bilang di 17 Ramadan, bersamaan dengan Perang Badar," ungkap Syekh Ali Jaber.

"Karena ada juga di Alquran, Allah mengatakan, kami turunkan Alquran di saat pertemuan besar, perang besar antara muslimin dan musyrikin."

"Dan Perang Badar terjadi di 17 Ramadan," jelas Syekh Ali Jaber.

Hal itu kemudian memunculkan perbedaan kapan tepatnya Alquran turun ke bumi.

"Berarti kalau ada yang memperingati, kumpul majlis taklim seperti ini, untuk mempelajari sejarah Nuzulul Quran, tidak salah kalau dia mengikuti 17 Ramadan," kata Syekh Ali Jaber.

"Karena sudah ada dasar ulama menjalankan," sambungnya.

Hal tersebut juga berlaku bagi yang memperingati ketika malam  Lailatul Qadar.

Seperti firman Allah dalam surat Al-Qadar berikut:

إِنَّا أَنْزَلْناهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَة الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر * تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيَها بِإِذْنِ رَبّـِهم مِّن كُلِّ أَمْر * سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. ***

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved