Breaking News:

Rusia Kini Berani Usik Sekutu Amerika Serikat di Asia yang Dukung Ukraina

dua kapal selam di timur jauh Rusia yaitu Petropavlovsk-Kamchatsky dan Volkov menembakkan rudal jelajah Kalibr dari bawah air ke sasaran....

24h
Ilustrasi Kapal perang dan kapal selam Rusia 

BANGKAPOS.COM -- Setelah menyerang Ukraina, Rusia saat ini dikabarkan tengah mengidentifikasi negara-negara yang menyatakan permusuhan terhadapnya.

Adapun salah satunya Jepang yang terang-terangan menunjukkan permusuhan ke Rusia terkait perang di Ukraina.

Diketahui, sekutu Amerika Serikat di Asia ini cukup vokal menentang serangan Rusia ke Ukraina.

Makanya Rusia pun mulai mengusik Jepang dengan tembakan rudal.

Rusia pun kini memamerkan kekuatan militernya kepada Jepang.

Baca juga: Ramzan Kadyrov Biasanya Garang, Tiba-tiba Tersentuh oleh Sikap Indonesia: Saya Berterimakasih

Baca juga: Banyak yang Tak Tau Aktor Rano Karno Ternyata Hidup tanpa Organ Penting, tak Boleh Makan Sembarangan

Baca juga: Mimpi 3 Hewan Ini Sebagai Pertanda Buruk, Ustaz Khalid Basalamah: Simbol Setan

Baca juga: The Real Sultan! Kekayaan Hassanal Bolkiah Bikin Melongo, Raja Arab Coba Minggir Dulu

Baca juga: Bacaan Doa Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri & Anggota Keluarga Lain, Beserta Terjemahannya

Kapal selam Rusia menembakkan rudal jelajah dalam latihan di Laut Jepang, kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (14/4/2022).

Kapal fregat Rusia menembakkan rudal jelajah Kalibr
Kapal fregat Rusia menembakkan rudal jelajah Kalibr (Photo: GlobalSecurity.org)

Kantor berita AFP melaporkan, Rusia menembakkan rudal di tengah ketegangan dengan Jepang atas dukungannya untuk Ukraina.

Kemenhan Rusia mengumumkan, dua kapal selam di timur jauh Rusia yaitu Petropavlovsk-Kamchatsky dan Volkov menembakkan rudal jelajah Kalibr dari bawah air ke sasaran.

Mereka juga mengunggah rekaman video rudal yang keluar dari laut saat awak kapal selam melakukan simulasi terkena serangan rudal.

Jepang bergabung dengan Barat untuk menjatuhkan sanksi yang keras terhadap Rusia.

Mereka menampung beberapa ratus warga Ukraina yang mengungsi dari perang, dan mengirimkan bantuan militer non-senjata mematikan.

Jumat pekan lalu (8/4/2022), Jepang mengumumkan sanksi baru termasuk larangan batu bara Rusia, impor energi yang signifikan, serta pengusiran delapan diplomat Rusia atas kejahatan perang di Ukraina.

Baca juga: 152 Warga Palestina Terluka, Dunia Kutuk dan Kecam Israel atas Serangan ke Al-Aqsa

Baca juga: Luna Maya Pamer Nonton Konser BTS, ternyata Rela terbang ke Las Vegas demi Jemput Ayang

Baca juga: Pose Candid Maria Vania Pakai Hijab Bikin Pangling, Auto Pengen Panggil Umi

Baca juga: Kerjanya Hanya Ngingetin Makan & Lap Keringat, Ternyata Segini Gaji Aspri Hotman Paris dan Bonusnya

Baca juga: Doa Pendek ini Dapat Mendatangkan Harta Sebumi Ilmu Selangit dan Zikir Hasbunallah Penentram Hati

Rusia pada Maret mengumumkan, karena tanggapan Jepang terhadap konflik di Ukraina, mereka mengabaikan upaya diplomatik lama untuk mencapai perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia II dengan Jepang.

Upaya-upaya itu terhambat oleh perselisihan atas empat pulau yang dikendalikan Rusia, yang oleh Jepang disebut Wilayah Utara.

(*/ Bangkapos.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan SerambiNews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved