Breaking News:

Ranadhan

Panduan Tata Cara Itikaf Untuk Meraih Keistimewaan Lailatul Qadar di Bulan Ramadan

Itikaf adalah waktu yang tepat untuk merasakan pengawasan dari Allah sehingga melahirkan kesucian jiwa.

Editor: fitriadi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Itikaf adalah waktu yang tepat untuk merasakan pengawasan dari Allah sehingga melahirkan kesucian jiwa. 

BANGKAPOS.COM - Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat muslim biasanya memperbanyak amal ibadah.

Satu di antara amal ibadah sunnah yang dikerjakan adalah itikaf.

Sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, itikaf merupakan ibadah sunnah pada malam-malam terakhir bulan Ramadan saat berburu Lailatul Qadar.

Arti dan tempat itikaf

Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung, Ustaz H M Kurnia Lc MA menjelaskan Itikaf adalah salah satu amalan sunnah di bulan suci Ramadan karena telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Istimewanya Lailatul Qadar, Amalkan Doa Nabi Ini Untuk Meraih Kemuliaan Malam Seribu Bulan

Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang disampaikan Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah Ra, Beliau berkata;

كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

Artinya; “Biasanya (Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam) beritikaf pada sepuluh malam akhir Ramadan sampai Allah wafatkan Beliau." (H.R. Bukhori & Muslim)

"Itikaf secara bahasa adalah menetap pada sesuatu dan menahan jiwa untuknya. Sedangkan secara istilah, itikaf adalah tinggalnya seorang muslim yang mumayyiz di dalam masjid dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla," jelas Ustaz Kurnia, dikutip dari artikel Bangkapos.com pada Ramadan 2020.

Dengan makna lain itikaf juga berarti berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved