Berita Sungailiat

Selama Bulan Ramadan, Harga TBS Kelapa Sawit Stabil Rata-rata di Atas Rp3.700 per Kg

Pada awal bulan suci Ramadan hingga saat ini, perkembangan Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bangka cenderung stabi.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka, Jamaludin sedang memanen kelapa sawit di areal kebunnya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pada awal bulan suci Ramadan hingga saat ini, perkembangan Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bangka cenderung stabil, rata-rata di atas Rp3.700 per kg TBS di tingkat pabrik CPO PT Gemilang Cahaya Mentari (GCM) Desa Tiangtara Kecamatan Bakam.  

Berdasarkan info harga TBS kelapa sawit PT GCM pada tanggal 29 Maret 2022  terdata harga Rp3.720/kg, kemudian tanggal 31 Maret terdata harga Rp3.740/kg.

Sedangkan di awal April, tanggal 6 April 2022 terdata harga Rp3.750/kg, lalu 7 April Rp3.780/kg, dan terakhir 15 April 2022 terdata harga Rp3.720/kg. 

Baca juga: Pembangunan Stadion Muntok Baru 33 Persen Tribun dan Bangku Penonton Belum Terpasang,Ini Penyebabnya

Baca juga: Gandeng Kemenag dan NU, Polres Bangka Gelar 1 Juta Vaksinasi Booster

Sebelumnya Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik CPO PT Gemilang Cahaya Mentari (GCM) di awal Maret,  yakni Kamis (03/03/2022) lalu naik mencapai harga fantastis Rp3.850 per kg TBS, bahkan pada tanggal 20 Maret pernah mencapai Rp3.950 per kg TBS (rekor tertinggi).

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka, Jamaludin alias Tipek mengatakan perkembangan harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Bangka, khususnya tingkat pabrik CPO PT GCM selama bulan Ramadan ini cenderung stabil, rata-rata di atas Rp3.700 per kg TBS.

"Alhamdulillah meskipun saat ini para petani kelapa sawit sedang panen raya atau tidak musim ngetrek lagi, namun harga TBS kelapa sawit masih tetap stabil tinggi rata-rata di atas Rp3.700 per kg," kata Jamaludin, Rabu (20/04/2022) kepada Bangkapos.com.

Menurutnya, untuk harga CPO di pasaran dunia juga cenderung stabil, namun saat ini pemerintah juga menaikkan pajak CPO dan juga menaikkan pajak pungutan ekspor CPO.

"Hasil dari panen kelapa sawit ini sangat membawa berkah, dari petani sendiri mendapatkan penghasilan yang lumayan, pemerintah mendapatkan pajak dari kelapa sawit, CPO, pungutan ekspor CPO dikelola BPDPKS, PBB kebun kelapa sawit untuk Pemda, juga ada seperti Desa Kimak  Kecamatan Merawang di mana masyarakat petani sawitnya menyisihkan Rp50 per kg hasil panen kelapa sawit untuk pembangunan masjid," ungkap Jamaludin.

Diakuinya meskipun saat ini harga pupuk nonsubsidi melambung tinggi atau naik berlipat-lipat, namun untuk petani yang sudah memiliki kebun kelapa sawit yang sudah panen  hal ini masih bisa diatasi dan masih bisa mendapatkan keuntungan.

"Memang harga pupuk nonsubsidi yang melambung tinggi ini dirasakan sangat berat bagi para petani kelapa sawit pemula, karena masih membutuhkan modal usaha yang cukup besar  untuk memulai usahanya," ujar Jamaludin.

Baca juga: Petani Keluhkan Pupuk Subsidi Tak Mencukupi Kebutuhan, DPP Bangka Sebut Sesuai RDKK

Baca juga: Kapores Bangka Perintahkan Jajaran Tindak Tegas Knalpot Brong !

Diungkapkannya untuk kebun kelapa sawit rakyat yang sudah merasakan panen, biasanya setiap 2 minggu sekali kebun kelapa sawit ini dipanen. 

"Jadi dalam 2 bulan ada 4 kali panen, hasil 1 kali panen kebun kelapa sawit itu untuk biaya beli pupuk dan hasil 3 kali panen lainnya untuk penghasilan petani pemilik kebun itu dan untuk biaya lainnya," jelas Jamaludin.

Jamaludin mengaku sangat bersyukur dengan kondisi harga TBS kelapa sawit saat ini yang cenderung stabil di harga tinggi, sehingga para petani masih bisa menabung hasil kebunnya di bank.

"Dibandingkan kondisi dulu, meskipun harga pupuk nonsubsidi murah tetapi harga TBS kelapa sawit juga sangat murah hanya Rp500 per kg, sehingga pendapatan petani juga rendah dan cenderung tidak bisa menabung," kata Jamaludin.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved