Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Molen Ajak Seluruh Masyarakat Lestarikan Budaya Daerah, Bukan Semata Tanggung Jawab Pemerintah

Melestarikan seni budaya tradisional bukan hanya menjadi kepentingan dan tanggung jawab pemerintah, namun juga kewajiban semua lapisan masyarakat.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang, terus berupaya meningkatkan kunjungan wisata ke ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Satu di antaranya dengan melestarikan budaya daerah.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, mengatakan, melestarikan seni budaya tradisional bukan hanya semata-mata menjadi kepentingan dan tanggung jawab pemerintah, namun juga kewajiban semua lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Pelestarian Budaya Daerah ke DPRD.

"Ke budayaan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, kita mencoba memajukan ke budayaan di tengah peradaban dunia dan menjadikan ke budayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan," kata pria yang akrab disapa Molen ini kepada Bangkapos.com, Senin (25/4/2022).

Dia menjelaskan, keberagaman ke budayaan di daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan ke budayaan nasional, Terlebih di tengah dinamika perkembangan dunia.

Maksud diajukannya Raperda tentang Pelestarian Budaya Daerah ini untuk melestarikan budaya daerah, khususnya yang ada di Kota Pangkalpinang. Tujuannya, supaya nilai-nilai luhur budaya yang ada dapat tetap dipertahankan, meskipun telah melalui proses perubahan bentuk budaya.

Tujuan lainnya, untuk pelestarian budaya daerah serta mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan memengaruhi arah perkembangan peradaban dunia, sehingga ke budayaan menjadi haluan pembantu nasional.

"Untuk objek pemajuan ke budayaan daerah di Kota Pangkalpinang, terdiri dari tradisi lisan manuskrip atau tulisan tangan yang telah ditulis oleh orang terdahulu, yang masih ada sampai saat ini. Kemudian adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus agar budaya dan permuseuman," jelasnya.

Berdasarkan Pasal 32 Undang-Undang Dasar, menyatakan pemerintah memiliki kewajiban untuk memajukan ke budayaan nasional indonesia. Disamping itu juga, di dalam ketentuan bab VI pasal 31 ayat 2 huruf f Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, menyebutkan bahwa penataan daerah ditujukan untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ada pula mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, meningkatkan daya saing nasional dan daya saing daerah, memelihara keunikan adat istiadat, tradisi, dan budaya daerah.

"Bisa juga memperkaya keberagaman budaya mempertegas jati diri bangsa, hingga memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan citra sampai mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta melestarikan warisan budaya bangsa," kata Molen..

Sementara itu, ketentuan mengenal cagar budaya sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Budaya. Warisan budaya bersifat kebendaan cagar berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur data, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya, karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau ke budayaan melalui proses penetapan.

Maka dari itu, dengan adanya keanekaragaman objek pemajuan ke budayaan daerah di Kota Pangkalpinang diharapkan masyarakat dapat melestarikannya dengan baik. Karena budaya daerah yang kita miliki tidak hanya cukup untuk dilestarikan saja, namun budaya daerah juga perlu kita jaga.

"Ke depannya dengan disusunnya raperda tentang pelestarian budaya daerah ini adanya komitmen kita pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya pengelolaan keragaman budaya," kata Molen. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved