Berita Bangka Barat
Arus Mudik Lebaran Di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Ini Kata Para Pemudik
Sejumlah pemudik sudah membekali diri sambil menunggu untuk dapat menaiki kapal menuju Pelabuhan Tanjung Api api.
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Antrean panjang mudik Lebaran Idul Fitri di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok yang tiap tahun hampir selalu terjadi.
Hal ini membuat sejumlah pemudik sudah membekali diri sambil menunggu untuk dapat menaiki kapal menuju Pelabuhan Tanjung Api api.
Dari pantauan Bangkapos.com antrean panjang pun terjadi, di jalur kendaraan truk hingga sekitar 2,4 kilometer.
Sedangkan untuk di jalur kendaraan pribadi pun, antrean terjadi hingga sepanjang 1,5 Kilometer.
Dengan antrean panjang tersebut membuat tak sedikit para pemudik yang membawa pembekalan, seperti makanan hingga tiker untuk dapat beristirahat di luar kendaraannya.
Satu diantaranya ada pemudik asal Kota Pangkalpinang, Narto yang membawa lima kerabatnya untuk mudik ke Palembang.
"Sudah dari semalem datang ke Pelabuhan sekitar Pukul 03.00, ini belum masuk liat antrean panjang gak tau lah jam berapa ini bisa nyebrang. Kalau pembekalan ini sudah siap, itu ibu juga sudah beli makanan terus bawa tiker juga biar bisa istirahat kalau diam di mobil capek," ujar Narto, Rabu (27/4/2022).
Hal senada diungkapkan Evan yang juga merupakan warga Kota Pangkalpinang yang sudah datang sejak pukul 06.00 WIB lalu, namun hingga pukul 15.00 kendaraannya baru berjalan beberapa ratus meter saja.
"Iya udah berapa jam ini, dari sejak datang baru jalan sekitar 700 meter saja. Gak tau jam berapa bisa nyebrang, kayaknya paling telat besok pagi baru bisa berangkat," kata Evan.
Namun di tengah antrean yang dialaminya, Evan pun mengeluhkan minimnya WC umum yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk buang air kecil dan besar.
Dari pantauan Bangkapos.com pun untuk fasilitas WC umum hanya terdapat di area buffer zone atau disebelah gerbang Pelabuhan Tanjung Kalian saja.
Sedangkan di sepanjang jalan memang tidak ada, fasilitas WC portabel yang dapat digunakan para pemudik.
"Keluhannya gak ada wc disini, kalau bisa bikin lah di beberapa titik itu ada WC portabel. Kita bayar pun siap, yang paling penting ada dulu. Kalau sekarang ya kita manfaatin alam aja, paling kalau mau buang air kecil tinggal di hutan aja," katanya.
Sementara itu Asri Warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang kali ini mudik ditemani dua buah hatinya yang berumur 5 dan 2 tahun, mengatakan antusias dapat mudik kali ini.
"Ke sini naik bis dari Toboali, kalau mudik memang kepengen karena terakhir 2018 bisa mudik. Ini bawa anak-anak sekarang, ribet iya tapi mau gimana lagi. Makanya ini hanya bawa dua tas, kalau bawa lebih susah lagi," ungkap Asri.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220427-antrean-panjang-kendaraan.jpg)