Berita Pangkalpinang
Tradisi Nganggung Masyarakat Tua Tunu Sambut Idulfitri 1443 H
Sejumlah masyarakat Tua Tunu itu melaksanakan tradisi Nganggung yang telah dilaksanakan secara turun temurun usai shalat ied.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gema takbir masih berkumandang terdengar jelas di setiap sudut Kelurahan Tua Tunu, Gerunggang, Kota Pangkalpinang pada Senin (2/5/2022) pagi.
Tampak sejumlah orang yang didominasi laki-laki baik yang muda hingga lanjut usia berbondong ke masjid Raya Tua Tunu membawa dulang yang sekilas mirip tudung saji usai Salat Ied pagi itu.
Gurat kebahagiaan tergambar jelas di setiap wajah masyarakat yang membawa dulang. Dulang-dulang itu disusunnya rapi memanjang yang selanjutnya mereka duduk saling berhadap satu sama lain diantara dulang tersebut.
Sejumlah masyarakat Tua Tunu itu melaksanakan tradisi Nganggung yang telah dilaksanakan secara turun temurun usai shalat ied.
Kata Nganggung sendiri berasal dari kata anggung yang artinya angkat. Orang-orang yang mengikuti acara Nganggung biasanya mengangkat dulang ke atas bahu kanan mereka. Kemudian berjalan beriringan memasuki masjid.
Di atas dulang diaturlah piring-piring yang berisikan makanan seperti ketupat, lepet lengkap dengan lauk pauknya serta kue - kue atau buah-buahan. Lalu dulang tersebut ditutup dengan tudung saji.
Aguscik (24) satu diantara warga Tua Tunu yang mengikuti tradisi Nganggung mengatakan tradisi ini dilaksanakan secara turun temurun untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat pada saat hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.
"Setiap tahun setelah shalat ied rutin di sini , kami warga Tua Tuni makan bersama di atas dulang, sebagai ungkapan sukacita menyambut Idulfitri lah istilahnya," tuturnya kepada Bangkapos.com.
Lebih lanjut, ia mengatakan tradisi Nganggung ini tak hanya dilaksanakan saat hari raya Idul fitri saja, namun pada kegiatan tertentu misalnya saat Idul adha, dan hari keagamaan besar lainnya.
"Nganggung ini juga biasanya pada malam takbiran, Iduladha, ruwah,"tambahnya.
Tak hanya Nganggung dulang saja, setelah membawa dulang tadi masyarakat akan makan secara bersama dan saling berhadapan. Setiap warga juga saling berinteraksi dan bertukar pikiran.
"Masyarakat Tua Tunu biasanya membawa sendiri makanan yang akan disiapkan untuk Nganggung," jelas Aguscik.
Dalam menyelenggarakan tradisi ini biasanya satu rumah menyiapkan makanan yang dihidangkan dalam acara Nganggung. Kemudian makanan tersebut dimasukkan ke dalam dulang dan di bawa ke masjid terdekat.
Selain makan bersama, sebelum Nganggung masyarakat akan berdoa dan mendengarkan tausiyah dari pemuka agama.
"Sebelum makan itu kita doa bersama terlebih dahulu, baca tahlil dan sebagainya supaya berkah,"tutupnya.
(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220502-tradisi-nganggung-usai-salat-idul-fitr.jpg)