Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Konsumsi Makanan Berlemak, Atur Pola Makan Agar Terhindar dari Resiko Terjadinya Hipertensi

Sedangkan lemak trans umumnya ditemukan dalam makanan yang mengandung minyak sayur terhidrogenasi.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Tedja Pramana
Ist/Ratmawati
Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes, Pangkalpinang, Ratmawati SGz MGz. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Zat gizi memiliki peran sebagaoi sumber energi dan membantu penyerapan vitamin larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, K.

Umumnya masyarakat meyakini bahwa lemak merupakan penyebab obesitas atau kegemukan, dan dapat membahayakan kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, serta kanker.

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes, Pangkalpinang, Ratmawati SGz, MGz mengungkapkan, jika lemak terbagi dua menjadi dua kategori, yakni lemak jenuh dan lemak trans (lemak jahat) yang dapat membahayakan kesehatan.

Ia menjelaskan, lemak jenuh lebih banyak ditemukan dalam daging dan produk susu tinggi lemak. Sedangkan lemak trans umumnya ditemukan dalam makanan yang mengandung minyak sayur terhidrogenasi.

"Kelebihan dalam mengonsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan kadar LDL dalam darah, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Sedangksn Lemak trans juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, diabetes miletus, dan stroke," ujar Ratmawati, Rabu (4/5/2022).

Ia menuturkan jenis lemak yang dibutuhkan tubuh ada pada lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda seperti pada kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak kacang, serta alpukat, minyak nabati, serta asam lemak omega-3 dan omega-6.

Untk menghindari resiko terjadinya hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung saat mengkonsumsi makanan, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya:

1. Tubuh tetap membutuhkan zat gizi dari lemak. Untuk itu bijaklah dalam memilih sumber lemak yang baik untuk dikonsumsi.

2. Makanlah dengan gizi seimbang agar tubuh kita tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit tidak menular.

3. Utamakan makanan dari sumber karbohidrat kompleks yang beraneka ragam. Serta batasi makanan tinggi gula seperti cake atau ice cream.

3. Imbangi dengan konsumsi lebih banyak sayur dan buah, untuk mendapatkan manfaatnya. Konsumsi lemak yang tinggi dapat menyebabkan sembelit, sehingga sumber serat dapat membantu mengatasi keluhan tersebut.

4. Konsumsi air putih secukupnya dan tingkatkan jika cuaca menjadi panas. Untuk membantu proses metabolisme dan mencegah terjadinya dehidrasi.

5. Lakukan aktifitas fisik dengan intensitas sedang selama lebih kurang 30 menit, terutama di pagi hari.

6. Lemak memberikan energi tinggi, sehingga kita perlu mempertimbangkan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam sehari. Sehingga tidak berdampak terhadap kenaikan berat badan.

7. Konsumsi makanan sumber probiotik, untuk menjaga kesehatan usus dan imunitas tubuh.

8. Istirahatlah yang cukup,, karena tubuh membutuhkannya. Hal ini dapat membantu menenangkan hati dan pikiran.

9. Setelah makan, jangan langsung tidur ya. Karena dapat menggangu proses metabolisme di dalam tubuh dan menyebabkan penimbunan lemak.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved