Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pasca Lebaran Idulfitri Kasus Covid-19 Kabupaten Bangka Barat Masih Tunjukkan Trend Melandai    

Laju perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat kini terus mengalami trend penurunan, bahkan setelah masa lebaran Idulfitri atau libur panjang.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursandi. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Laju perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat kini terus mengalami trend penurunan, bahkan setelah masa lebaran Idulfitri atau libur panjang cuti bersama.


Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, diketahui pada hari raya lebaran Idul Fitri pada Senin (02/05/2022) hingga Kamis (05/05/2022) tidak ada satu pun warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pun baru muncul pada Jum'at (06/05/2022) lalu, yakni berasal dari satu orang warga Kecamatan Tempilang.

Lebih lanjut dalam dua hari terakhir pun tidak ada pertambahan kasus positif Covid-19, serta saat ini pun hanya menyisakan satu pasien yang masih menjalani isolasi.

"Meskipun kasus Covid-19 telah membaik, kita harus tetap memberi perhatian agar kasus pandemi Covid-19 tidak melonjak kembali. Artinya jangan lalai kemudian dengan pemerintah melonggarkan mudik, kita tetap harus menjaga protokol kesehatan serta kekebalan tubuh," ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursandi, Minggu (08/05/2022).

Lebih lanjut untuk menghindari adanya lonjakan kasus positif Covid-19, Achmad Nursandi mengungkapkan, untuk masyarakat yang akan menggelar acara bersifat mengumpulkan banyak orang untuk tetap melapor kepada pihak Satgas Penanganan Covid-19.

"Tetap lapor dulu karena kalau keramaian kita tetap harus mematuhi protokol, kalau seandainya ada yang mengajukan kita tetap beraudiensi. Selama acara berlangsung kita tetap melakukan protokol kesehatan, serta pengikut acara itu wajib vaksinasi," jelasnya.

Sementara itu Sandi juga mengatakan perlu kesadaran masyarakat sendiri, serta saling mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan.

"Iya yang jelas kita harus tetap menjaga protokol kesehatan, misalkan sudah melakukan salam-salaman diharapkan melakukan cuci tangan jadi kebersihan terjaga. Semua orang harus ikut andil tidak bisa satu dua pihak saja, jadi kita bersama terus tingkatkan protokol kesehatan agar pandemi dapat berakhir," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved