Breaking News:

Breaking NEWS, Raja Salman Arab Saudi Dilarikan ke Rumah Sakit, Ada Apa?

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz harus dilarikan ke rumah sakit pada hari Sabtu di kota Laut Merah Jeddah

Editor: M Zulkodri
WIKIPEDIA.ORG
Raja Salman 

BANGKAPOS.COM---Kabar kurang menyenangkan datang dari Arab Saudi.

Dikabarkan, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz harus dilarikan ke rumah sakit pada hari Sabtu di kota Laut Merah Jeddah untuk menjalani tes medis.

Hal itu diungkapkan oleh Saudi Press Agency melaporkan pada hari Minggu, mengutip pernyataan dari pengadilan kerajaan.

"Saat ini Raja Salman sedang menjalani tes di Rumah Sakit Spesialis King Faisal," demikian bunyi pernyataan itu tanpa memberikan rincian lainnya seperti yang dikutip Reuters.

Raja Salman, penjaga situs paling suci Islam, menjadi penguasa pengekspor minyak utama dunia pada 2015 setelah menghabiskan lebih dari 2,5 tahun sebagai putra mahkota dan wakil perdana menteri.

Raja, 86, menjalani operasi kandung empedu pada 2020 dan baterai alat pacu jantungnya diganti pada Maret.

Baca juga: BEDA, Sekda Provinsi Kalbar, Harisson Tidak Setuju Penambahan Libur Lebaran atau WFH Ini Alasannya

Baca juga: Mengejutkan, Pengemis Ini Tinggalkan Warisan Uang Rp 17 Miliar, Anak Sempat Syok Dikira Hutang

Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.
Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. (Saudi Royal Court: Bandar Algaloud)

Sementara itu, mengutip Al Jazeera, laporan di Saudi Press Agency resmi pada hari Minggu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kondisi Raja Salman atau sifat pemeriksaan. 

Dalam laporan tersebut hanya disebutkan bahwa raja, 86 tahun, dirawat di Rumah Sakit Spesialis King Faisal.

Awal tahun ini, media pemerintah melaporkan Raja Salman dirawat di rumah sakit di ibu kota Riyadh untuk mengganti baterai alat pacu jantungnya. 

Pada tahun 2020, ia menjalani operasi untuk mengangkat kantong empedunya setelah bertugas di rumah sakit yang menghidupkan kembali spekulasi tentang keadaan kesehatannya.

Arab Saudi secara umum berusaha memadamkan spekulasi atas kesehatan rajanya, yang telah memerintah ekonomi terbesar dunia Arab sejak 2015.

Setelah naik takhta, Raja Salman menunjuk putranya Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 36 tahun, sebagai penggantinya.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Artis Cantik Ini Lebih Memilih Tidur dengan Buaya Dibandingkan Pacarnya

Namun, dia juga telah memberdayakan Pangeran Mohammed untuk memimpin urusan kerajaan sehari-hari.

Sejak pengangkatannya ke tampuk kekuasaan, Pangeran Mohammed, yang juga dikenal sebagai MBS, telah menjungkirbalikkan Arab Saudi dengan reformasi sosial yang memusingkan, mengesampingkan saingan kerajaan, dan menindak lawan yang dianggapnya sebagai pesaing.

Di bawah pemerintahannya, pembangkit tenaga listrik Teluk telah meluncurkan

reformasi ekonomi yang ambisius untuk era pasca-minyak dan memberikan lebih banyak hak kepada perempuan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved