Jumat, 10 April 2026

Tribunners

Pembentukan Karakter Melalui Gerakan Literasi Sekolah

Sebagai bangsa yang besar, masyarakatnya harus memiliki peradaban yang tinggi dan kecakapan hidup agar mampu bersaing dengan negara lain

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Agus Risnan Jaya, M.Pd. - Kepala SMA Negeri 1 Simpang Teritip 

PENDIDIKAN karakter di sekolah merupakan bagian yang sangat penting dalam menumbuhkembangkan karakter positif peserta didik. Potensi karakter peserta didik yang akan dikembangkan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Setiap nilai yang merupakan proses berpikir dan berperilaku akan berlangsung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi melalui proses belajar. Ketika peserta didik menjalankan proses belajar yang baik maka akan menghasilkan karakter yang baik pula. Karakter yang baik akan ditandai dengan kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil.

Melalui proses belajar yang didapatkan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat maka akan terbentuk karakter positif yang nantinya diharapkan masyarakat dapat dikembangkan secara luas dan masif. Membangun karakter peserta didik harus dimulai sejak awal dari lingkup keluarga. Kemudian, dalam perkembangannya juga harus melibatkan sekolah dan masyarakat dalam membentuk kepribadian dan karakter peserta didik.

Ini bertujuan untuk menghilangkan perilaku-perilaku yang bersifat merusak akibat kurangnya keteladanan dari orang tua atau lingkungan sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai keteladanan yang dibangun sejak awal merupakan nilai-nilai kejujuran dan kebaikan yang berakar pada norma-norma yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan karakter tidak hanya berbicara mengenai benar dan salah, tetapi menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehingga nanti yang hadir adalah kesadaran dan pemahaman yang tinggi untuk menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini perlu diwujudkan di tengah maraknya budaya yang kurang kondusif seperti tawuran antarpelajar, narkoba, seks bebas, dan lain sebagainya.

Kemajuan zaman yang ada sekarang ini menjadikan keluarga tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan anak terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin berkembang. Kemajuan teknologi yang makin canggih bila tidak dibarengi dengan peningkatan pendidikan karakter maka akan mengalami ketimpangan. Indonesia yang berada dalam urutan lima besar negara dengan penduduk terbanyak di dunia tentu harus menyiapkan generasi unggul dalam memajukan bangsa.

Proses globalisasi yang terus berkembang saat ini dengan semua dampak positif dan negatifnya tentu tidak bisa dihindari. Hal yang perlu dipersiapkan adalah upaya pengembangan pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Diharapkan dengan adanya penguatan pendidikan karakter di sekolah maka akan lahir generasi penerus bangsa yang mempunyai etika sehingga mampu bertanggung jawab sebagai manusia yang berbudaya.

Sekolah yang mengupayakan pembentukan karakter yang baik maka akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik. Hal ini dikarenakan karakter yang baik akan mampu memberikan motivasi yang positif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Dalam hal ini, peran guru sangat penting dalam memberikan keteladanan agar peserta didik dapat memiliki karakter yang baik.

Guru memegang peranan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Kehadiran guru di sekolah tidak bisa digantikan oleh apa pun. Melalui kasih sayang dan teladan dari guru diharapkan akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya pandai dalam kecerdasan intelektual, tetapi juga terampil dalam memiliki kecakapan hidup.

Dalam mengoptimalkan pencapaian pendidikan karakter di sekolah, seluruh warga sekolah turut memberi andil yang besar. Kepala sekolah merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan karakter di sekolah. Kepala sekolah mempunyai peranan dalam merencanakan hingga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan karakter yang dikembangkan.

Gerakan literasi sangat erat kaitannya dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah. Melalui gerakan literasi maka akan muncul kemampuan dalam mengelola informasi secara cerdas.

Sebagai bangsa yang besar, masyarakatnya harus memiliki peradaban yang tinggi dan kecakapan hidup agar mampu bersaing dengan negara lain. Hal ini salah satunya dapat diwujudkan dengan mengembangkan budaya literasi sebagai syarat pendidikan yang terintegrasi.

Peserta didik harus dibiasakan sejak dini yang dimulai dengan lingkungan keluarga untuk menumbuhkan minat baca yang nantinya akan berpengaruh pada terciptanya budi pekerti yang baik. Melalui kebiasaan membaca sejak dini dan didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu baik di sekolah maupun masyarakat yang pada akhirnya mampu dan siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang makin canggih.

Literasi sesungguhnya lebih dari sekedar baca dan tulis, namun merujuk pada kemampuan individu untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dalam membaca situasi dan kondisi yang terjadi di sekitarnya. Keterampilan literasi pada akhirnya akan menemukan informasi dan mendapatkan solusi belajar secara lebih aktif dan efisien. Literasi yang sifatnya menyeluruh ini akan menjadikan peserta didik mampu berkontribusi kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi dan perannya masing-masing.

Agar suasana dan kondisi dari literasi ini dapat tercipta maka dibutuhkan perubahan paradigma warga sekolah. Proses pembelajaran dapat menggunakan cara-cara dan metode pembelajaran yang memungkinkan komponen literasi dapat berkembang. Gerakan literasi sekolah ini harus diupayakan untuk terus berkembang dikarenakan minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia masih rendah. Dengan makin digencarkannya gerakan literasi sekolah yang melibatkan semua warga sekolah diharapkan mampu menumbuhkan insan intelektual yang berbudi pekerti dan berkarakter. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved