Militer dan Kepolisian

Satu Anggota Diserang, Anggota Lain Langsung Bantu, Inilah Aliansi Militer CSTO yang Dipimpin Rusia

jika suatu negara anggota menjadi sasaran serangan bersenjata, mengancam keamanan atau integritas teritorialnya, tindakan itu akan dianggap

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
24h via intisari-online
Tentara Rusia menyita serangkaian senjata Barat yang membantu Ukraina 

BANGKAPOS.COM-Perang antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan bakal menyeret negara-negara lain seperti negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Apalagi gelontoran senjata untuk Ukraina masih berdatangan dari negara-negara anggota NATO.

Jika dulunya saingan NATO dalam perang dingin adalah Pakta Warsawa yang digawangi Uni Soviet.

Kini pasca runtuhnya Uni Soviet, Rusia bersama 5 negara pecahan bergabung dalam Collective Security Treaty Organization (CSTO), yaitu aliansi antar pemerintah yang dibentuk pada 1992.

Dilansir dari laman id.rbth.com, organisasi ini menyatukan enam negara eks Soviet, yaitu Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Tajikistan.

Ilustrasi Tentara Rusia
Ilustrasi Tentara Rusia (Militari.com)

Menurut Piagam CSTO, salah satu tujuan aliansi ini adalah “memberikan perlindungan kolektif jika muncul ancaman terhadap keselamatan, stabilitas, integritas wilayah, dan kedaulatan” negara-negara anggota.

Dokumen tersebut menekankan bahwa para anggota lebih menyukai upaya politik untuk mencapai tujuan aliansi tersebut, tetapi CSTO sendiri masih membanggakan kekuatan militer gabungan mereka yang berjumlah sekitar 25 ribu tentara.

Pasukan CSTO tak pernah diperintahkan untuk bertempur, tetapi organisasi itu menggelar latihan militer secara rutin.

Saat mengklarifikasi siapa sekutu Rusia pada 2018, Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov pertama-tama menyebutkan anggota CSTO terlebih dahulu.

Dua negara lain yang memiliki perjanjian yang mengikat secara hukum dengan Rusia adalah Abkhazia dan Ossetia Selatan.

Keduanya memproklamasikan diri sebagai negara merdeka, tapi hanya diakui oleh lima anggota PBB, termasuk Rusia.

Moskow menjamin perlindungan kedua republik ini.

Sebagai gantinya, mereka wajib membantu Rusia jika terjadi serangan meski kemampuan militer mereka tak bisa dibandingkan dengan Rusia.

50 persen Anggaran Ditanggung Rusia

Dilansir dari intisari-online, Rusia merupakan negara dengan potensi militer terbesar dan penyumbang biaya operasional CSTO terbesar.

50

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved