Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Masa Jabatan Segera Berakhir, Ini Pengalaman Berkesan bagi Erzaldi saat Jadi Gubernur Babel

Proyek ini disebut sangat berpengaruh bagi kemajuan wilayah Bangka Belitung. Terpenting, pasokan listrik terkhusus di Bangka dapat semakin andal.

Editor: Novita
Bangkapos.com/Tangkapan Layar
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan dalam Live Talkshow Tribunnnews berjudul Apa yang Telah Gubernur/Wakil Gubernur Tinggalkan?. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kamis ini (12/5/2022) merupakan hari terakhir Erzaldi Rosman menjabat sebagai Gubernur Provinsi Bangka Belitung.

Lima tahun menjabat, banyak pengalaman yang telah dilalui oleh Erzaldi. Satu di antaranya yang berkesan ialah ketika berhasil terwujudnya Proyek Strategis Masional (PSN) pembangunan infrastruktur kabel listrik bawah laut Sumatera-Bangka.

" Bangka Belitung akan lebih pesat lagi maju jika infrastrukturnya dapat disetarakan dengan daerah lain. Tersambungnya kabel laut listrik yang disuplai dari Sumatera Selatan ke Bangka dengan kekuatan 150 VA dengan kapasitas 200 mega, menjadi pengalaman yang berkesan selama kepemimpinan kami," tutur Erzaldi Rosman saat menghadiri Live Talkshow Tribunnews pada Rabu (11/05/2022) siang.

Proyek ini disebut sangat berpengaruh bagi kemajuan wilayah Bangka Belitung. Terpenting, pasokan listrik terkhusus di Bangka dapat semakin andal.

"Karena 3 bulan lalu, cadangan listrik Babel itu 1 mega, tentu bisa gawat. Tingkat elektrifikasi (pertumbuhan daya listrik) di Babel itu sejak tahun 2018 selalu tertinggi di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, energi listrik menjadi modal utama untuk mengembangkan suatu daerah. Ketika energi ini tidak tersedia dengan suplai yang siap, maka investasi akan susah diperoleh.

Dengan adanya pasokan listrik yang semakin baik, akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.

"Ini terbukti ketika listrik kita stabil tahun 2018, investasi banyak, sektor perekonomian meningkat di atas rata-rata nasional di angka 5.6, tertinggi di Sumatera, yang pada tahun tahun sebelumnya (berada) dua terbawah dan inflasi yang mencapai 6 persen," jelas gubernur kelahiran Pangkalpinang ini.

Pada kesempatan itu, Erzaldi juga membagikan pengalaman dirinya yang begitu berkesan selama berkesempatan menjabat sebagai gubernur. Pengalaman yang diakuinya sangat haru di kala pandemi Covid-19 melanda.

"Pengalaman yang tidak dilupakan waktu Covid-19. Waktu itu ketersediaan oksigen di Babel itu kritis. Namun Pak Jokowi langsung menelepon saya dan mengetahui itu, tentu saya sangat senang karena presiden sangat peduli," kata Erzaldi.

"Kita diberi bantuan kapasitas tabung oksigen, saat itu ditambah menjadi 25.000 liter. Beliau memberikan fasilitas kapal untuk membawanya, beliau memberikan arahan dan jalan sehingga akhirnya oksigen kita aman. Sedih rasanya jika tak bisa melayani masyakat karena oksigen kurang hingga meninggal," tambahnya.

Berbicara tentang pengalaman yang dilewati selama lima tahun belakangan, membuat pria yang lahir pada 31 Oktober 1969 ini, kembali mengingat bagaimana awalnya ia masuk ke dunia politik untuk melayani masyarakat.

"Sejak lulus SMP, dalam pikiran saya ingin selalu melayani dan dekat dengan masyarakat, karena ayah saya pamong dan saya terbiasa melihat aktivitas pamong. Melihat orang tua saya melayani tamu dari pagi hingga larut malam, jadi passion saya di situ karena bawaan orang tua," tutur Erzaldi.

Meski cukup lega karena mendekati akhir masa jabatan sebagai kepala daerah, Erzaldi bertekad tetap membantu masyarakat. Karena merasa memiliki semangat yang tinggi dalam melayani publik, baginya tak masalah apapun atau di mana pun jabatannya, ia akan tetap peduli terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.

"Baik itu di pemerintahan daerah atau tidak saya tetap akan berada di tengah masyarakat," tegasnya. ( Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani).

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved