Senin, 13 April 2026

Dua Kelurahan di Pangkalpinang Diprioritaskan Jadi Kawasan Bebas Banjir

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan pada tahun 2022 ini akan fokus terhadap penanganan banjir di wilayahnya.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang, Mie Go. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan pada tahun 2022 ini akan fokus terhadap penanganan banjir di wilayahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Mie Go mengatakan, ada dua kelurahan yang menjadi fokus pengentasan banjir, yakni Kelurahan Opas Indah dan Kelurahan Gedung Nasional, Kecamatan Taman Sari. Di mana dua daerah itu kerap kali menjadi langganan banjir ketika hujan deras disertai pasang air laut.

“Daerah itu sering terjadi banjir, selain cekungan karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan menjadi pusat perekonomian, jadi kita prioritaskan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (13/5/2022).

Mie Go menjelaskan, banjir yang kerap terjadi di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini ditengarai oleh beberapa faktor. Faktor yang paling dominan menyebabkan banjir lantaran drainase atau sistem saluran air di Kota Pangkalpinang saat ini sudah melebihi kapasitas yang tersedia.

Secara umum drainase di Kota Pangkalpinang masih menggunakan sistem yang lama, oleh karena itu  otomatis dengan berjalannya waktu pertambahan penduduk perkembangan masyarakat ini akan menambah beban saluran.

“Tentu penyebab banjir juga karena daya tampung drainase, sehingga kita akan melakukan secara rutin pemeliharaan saluran perihal endapan,” terang Mie Go.

Baca juga: Kian Serius Tangani Banjir, Pemkot Pangkalpinang Siagakan Sigesit Boss

Sejauh ini lanjut dia, sedimentasi saluran air di beberapa tempat yang cukup tinggi turut memperburuk keadaan. Belum lagi ditambah dengan adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi, topografi Kota Pangkalpinang yang merupakan dataran rendah di bagian pusat kota dengan berbentuk cekung turut menjadikan Pangkalpinang rawan banjir.

Guna mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah melakukan beberapa upaya seperti normalisasi saluran air guna membersihkan sedimentasi lumpur maupun sampah dalam saluran tersebut.

“Kita juga akan menambah dimensi drainase dan melakukan pengerukan, agar kapasitas air dapat tertampung. Sehingga dapat membantu pengaliran air lebih cepat,” ungkapnya.

Maka dari itu kata Mie Go, sesuai instruksi dari Wali Kota Pangkalpinang pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencoba menyelesaikan permasalahan banjir. Supaya banjir di dua kawasan tersebut setidaknya mampu sedikit dikurangi. Bahkan diharapkan mampu menjadi kawasan bebas banjir.

Nantinya di dua kawasan tersebut akan disediakan beberapa satu pompa air stasioner, pembuatan pintu air hingga pembangunan kolong retensi. Hal itu juga harus diiringi dengan perilaku masyarakat yang dapat mendukung, menjaga lingkungan dan gotong royong untuk penanganan banjir di daerah tersebut.

“Kita telah menyusun rencana jangka menengah hingga panjang. Di mana pemerintah kota akan menyediakan pompa stasioner, pintu air, hingga pembangunan kolong retensi,” kata Mie Go. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved