Breaking News:

Berita Bangka Barat

Genjot PAD, Pemkab Bangka Barat Permudah Masuknya Investasi

Pemkab Bangka Barat sedang mengalami defisit hingga sekitar Rp200 miliar, sedangkan APBD Bangka Barat pun hanya sekitar Rp800 miliar.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming mengungkapkan pihaknya akan mempermudah masuknya investasi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jadi untuk menaikan PAD selain pajak yang harus kita lakukan adalah mempermudah investasi, kita juga sedang menyusun tim percepatan investasi untuk menggali potensi investasi. Tatkala investasi itu masuk yang terbantu ya tentunya masalah tenaga kerja," ujar Bong Ming Ming, Jumat (13/5/2022).

Diketahui saat ini untuk Pemkab Bangka Barat sedang mengalami defisit hingga sekitar Rp200 miliar, sedangkan APBD Bangka Barat pun hanya sekitar Rp800 miliar.

"Langkah untuk keluar dari persoalan defisit ini, sementara yang kita inginkan kan banyak tetapi kemampuan keuangan tidak ada. Itu yang harus kita pahami dulu, bahwa kita itu kehilangan hampir Rp200 miliar dari dana transfer di awal. Kalau APBD juga dulu kan sampai Rp1 triliun lebih, sekarang cuma sekitar Rp800 miliar lebih," tuturnya.

Untuk menyikapi tersebut Pemkab Bangka Barat juga tengah menyiapkan peraturan bupati tentang NPWP cabang atau lokal untuk menambah pemasukan Bangka Barat.

"Jadi semua perusahaan yang berinvestasi yang ada di Bangka Barat, harus pakai NPWP cabang sehingga kita dapat penghasilan tambahan dari bagi hasil PPH 21 itu," katanya.

Namun Bong Ming Ming memastikan walaupun mengalami defisit, pihaknya tetap akan menjalankan beberapa prioritas ditengah penghematan yang tetap dilakukan Pemkab Bangka Barat.

"Langkah-langkah yang harus dilakukan tatkala kondisi tidak ada duit, pertama yang harus dilakukan adalah penghematan artinya yang tidak prioritas ditunda dulu. Jadi kita bicara skala prioritas apa yang jadi prioritas ya itu adalah pendidikan, kesehatan dan terbukanya lapangan pekerjaan," jelasnya.

Sementara itu Bong Ming Ming menegaskan pihaknya juga memastikan walaupun defisit, tetap akan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

"Di kondisi kita defisit kita tekankan kepada ASN, bukan berarti tatkala kita tidak punya dana kita berdiam diri. Banyak hal yang bisa dilakukan dari sisi pelayanan dan sebagainya, yang tetap harus berjalan dan tidak boleh berkurang," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved