Breaking News:

Wabah PMK Meluas, Pedagang Daging Sapi di Pangkalpinang Cek Kualitas Daging Sebelum Dipasarkan 

Pedagang daging sapi di Pangkalpinang mengecek kualitas daging sebelum menjualnya di pasar. Hal ini seiring merebaknya wabah PMK.

Penulis: Sela Agustika | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pedagang daging sapi di Pasar Pagi Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terus meluas, bahkan saat ini di wilayah Bangka Belitung Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka mencatat sebanyak 169 ekor ternak sapi terjangkit virus (PMK), yang tersebar di 3 kecamatan, yakni Sungailiat, Pemali dan Merawang.

Adanya wabah penyakit yang menyerang sapi saat ini menjadi kekhawatiran bagi para konsumen. Tak hanya itu, hal ini juga menjadi khawatiran akan naiknya harga daging sapi di pasaran.

Berdasarkan pantauan Bangka Pos.com hingga hari ini tidak ada laporan kenaikan harga daging sapi di Pasar Pagi Pangkalpinang yang disebabkan karena wabah penyakit mulut dan kuku.

"Kita tahu ada penyakit kuku dna kulit ini yang terjadi pada sapi, namun kalau sampai saat ini harga daging masih normal Rp150 ribu perkilogram untuk isi khas dan belum ada kenaikan karena wabah penyakit ini," ungkap Pedagang daging di Pasar Pagi Pangkalpinang Sri saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (13/5/2022).

Ia mengungkapkan, untuk pembelian daging sapi di pemotongan belum ada pembatasan.

"Saat ini kita bisa beli seberapa kebutuhan, kalo hari-hari seperti ini biasa kita bisa jual dikisaran 30 kg hingga 50 kg daging, kecuali pas lebaran kemarin sampe ratusan kilo," ucap Sri.

Ia menuturkan, sebelum membeli daging di pemotongan sapi, dirinya pun mengecek terlebih dahu kondisi daging yang akan dipasarkan.

"Untuk kondisi daging memang sebelum sampai kesini biasanya dicek kesehatan dulu, dan kita juga saat beli dicek dulu kondisi dagingnya bagus atau gaknya karena kita tau juga dari tekstur, warna, dan lainnya," kata Sri.

Ia pun berharap agar kondisi penyakit yang terjadi pada sapi ini bisa segera berakhir.

"Kalau saat ini di Pangkalpinang kita belum menerima adanya kasus ini, semoga ini tidak menyerang di kita dan penyakit ini bisa segera berakhir kalau tidak kemungkinan sapi kita akan langkah dan harga pun juga diprediksi akan naik," ucapnya.

Sementara itu hal yang sama juga diungkapkan oleh Hendra pedagang daging sapi di Pasar Pagi.

Ia menyebut, harga jual dagung sapi sampai saat ini masih normal dan tidak ada kenaikan.

"Kita tau dan baca memang ada penyakit daging sapi ini, namun untuk harga sendiri masih sama dan tidak naik. Kita juga cek sebelum beli daging ini kondisinya," ujar Hendra.

Ia berharap agar penyakit pada daging ini bisa segera teratasi, dan pemasokan sapi bisa normal. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved