Hukum Mandi Wajib Pakai Sampo dan Sabun, Buya Yahya Ingatkan Hal Ini
Buya Yahya menjelaskan hukum mandi wajib menggunakan sampo dan sabun dan ingatkan hal ini.
Penulis: Widodo | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Buya Yahya menjelaskan hukum mandi wajib menggunakan sampo dan sabun dan ingatkan hal ini.
Mungkin ada yang belum paham bahwa mandi junub langsung menggunakan sampo.
Pemakaian sampo dan sabun sah-sah saja, namun cara pemakaiannya harus sesuai aturan.
Demikian diungkapkan oleh Buya Yahya dalam video di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 24 Oktober 2019 lalu.
Orang yang memakai sampo dan sabun sebelum dan sesudah mandi wajib, sah.
Buya Yahya mengatakan air lah yang bisa membuat mandi wajib menjadi tidak sah.
Hakikatnya mandi wajib itu sebelum atau setelah pakai sampo dan sabun.
"Jadi waktu Anda menguyur pertama itu sudah niat mandi wajib," kata Buya Yahya.
Guyuran air pertama setelah niat mandi wajib bertujuan mengangkat hadas.
"Adapun sampo itu tidak ada urusanya dengan mandi wajib, sampo untuk membersihkan, mandi wajib itu babnya beda," kata Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan inti dari mandi wajib, air merata diseluruh tubuh.
Adapun setelah mandi wajib lalu memakai sampo dan sabun itu sah.
"Jadi mandi wajib itu bukan waktunya pakai sampo dan sabun," sebut Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan setelah mandi wajib dan dilanjutkan dengan pakai sabun dam sampo itu boleh.
"Penting air meratah ke seluruh tubuh yang akan di bawah shalat.
Setelah itu sabunan buka mandi wajib lagi namanya," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya menyebut yang membuat mandi wajib tidak sah adalah air yang terkontaminasi dengan sampo dan sabun.
"Kalau air dicampur sampo itu tidak sah," ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menyebut sampo dan sabun bisa merusak air yang hendak dipakai mandi wajib.
Maka sebelum mandi wajib pastikan tidak memakai sampo dan sabun terlebih dahulu.
Akan tetapi Buya Yahya mengatakan umumnya sampo dan sabun dipakai sebelum atau sesudah mandi wajib.
Tujuan pakai sampo dan sabun untuk bersih-bersih.
Jadi boleh memakai sampo dan sabun sesudah atau sebelum mandi wajib.
"Terpenting adalah air mengalir di sekujur tubuh untuk mandi wajib," kata Buya Yahya.
Dia melanjutkan bahwa tidak menggunkan sampo atau sabun juga tidak apa sebelum dan sesudah mandi wajib.
Namun umumnya orang bersih-bersih dengan sampo.
Hukum Mandi Wajib Tanpa Busana
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya menjelaskan hukum mandi wajib tanpa busana.
Setiap Muslim baik laki-laki mau perempuan, pasti mengalami yang namanya Mandi wajib (junub).
Hal itu agar bersih ketika ingin menunaikan ibadah shalat dan ibadah lainnya sesuai anjuran dalam agama Islam.
Dengan mandi wajib maka bisa mensucikan diri atau menghilangkan dari najis sehingga menjadi bersih.
Lalu bagaimana jika mandi wajib tanpa mengenakan busana atau telanjang bulat.
Simak penjelasan hukum mengenai tersebut yang dijelaskan oleh Buya Yahya dalam video di kanal YouTube Al-Bahjah TV diunggah pada 18 Desember 2017 silam.
Menurutnya, mandi wajib dengan telanjang atau tanpa busana adalah diperbolehkan.
Buya Yahya mengatakan selama mandi wajib dilakukan di kamar mandi yang tertutup maka boleh dalam keadaan telanjang.
"Bukan sesuatu yang haram, juga tidak dikatakan makruh," ujarnya dalam video tersebut.
"Hanya lebih afdolnya adalah kita membiasakan rasa malu karena kita pantas malu kepada Allah," sebut Buya Yahya.
Sehingga ketika mandi wajib hendaknya menggunakan selembar kain untuk menutup aurat besar (kemaluan), seperti menggunakan celana dalam.
"Paling tidak ada rasa tidak nyaman jika telanjang, cuman tidak haram asalkan tertutup (kamar mandi) dari sana-sini," jelas Buyya Yahya.
"Afdolnya menutupkan sesuatu di aurat besar yang bisa ditutup dengan celana dalam dan sebagainya," katanya lagi.
Dalam hal mandi wajib yang tidak diperbolehkan adalah memperlihatkan aurat kepada selain suami atau istri.
"Yang tidak diperbolehkan adalah Anda memperlihatkan aurat kepada orang lain kecuali suami istri, tidak ada aurat," imbuh Buya Yahya.
"Orang lain termasuk kakaknya adiknya itu tidak boleh melihat aurat," tegasnya.
Maka dari penjelasan Buya Yahya adalah diperbolehkan mandi wajib tanpa busana di kamar mandi asalkan jangan sampai terlihat oleh kakak atau adik bahkan orang tua.
Namun, sebenarnya dianjurkan mandi wajib hendaknya menggunakan pakaian biar lebih afdol dan lebih kepada adab mandi junub.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220514_Buya-Yahya-jelaskan-hukum-mandi-wajib-menggunakan-sampo-dan-sabun.jpg)