Breaking News:

Gosip Selebritis

Posting Bipolar Bukan Trend, Marshanda Tidak Merasa Menyindir Medina Zein

Marshanda diduga menyindir Medina Zein saat unggah video curhatan hati mengenai tren konten bipolar

Instagram/marshanda99
Artis Marshanda masih menikmati kesendirian setelah bercerai. 

BANGKAPOS.COM - Pemain peran Marshanda belum lama ini memposting video tentang orang yang mengatasnamakan penyakit mental menjadi sebuah alasan di media sosial.

Tentang unggahan tersebut, Marshanda diduga menyindir Medina Zein, wanita yang tengah bermasalah dengan Raffi Ahmad.

Video curhatan hati Marshanda mengenai tren konten bipolar di TikTok telah dilihat sebanyak 378.000 kali.

Marshanda menyoroti banyaknya anak muda yang ngaku-ngaku memiliki gangguan mental serupa untuk mencari perhatian.

Baca juga: Kondisi Tukul Arwana Setelah Jalani Terapi Cuci Otak dari dr Terawan, Disuntik Vaksin Nusantara

Baca juga: Warga Brunei Darussalam Selalu Tutup Pintu Rumah Saat Ada Tamu, Tak Banyak yang Tahu Alasannya

Baca juga: Rusia Bangun Storm, Kapal Induk Terbesar di Dunia, Gantikan Kapal Induk Uzur Admiral Kuznetsov

Sebagai seorang penderita bipolar sepanjang hidupnya, Marshanda merasa sakit hati.

"Penyakit mental itu bukan tren!," ungkap Marshanda, dikutip dari TikTok @marshastardust, Rabu (11/5/2022).

"Buat kalian, teman kalian, atau adik kalian, yang melakukan diagnosis diri sendiri dan merasa gaul kalau bilang ke orang-orang bahwa 'gue punya penyakit bipolar', 'gue depresi klinis'. ini gue kasih tahu ya..."

"Jangan yakin kalau lo itu bipolar, atau apapun itu dengan hanya cari-cari di google,"

"Itu bukan cara yang tepat untuk mendiagnosa," ungkap Marshanda. 

Marshanda curhat tentang bipolar
Marshanda curhat tentang bipolar (TikTok @marshastardust)

Sebelumnya dikabarkan, Marshanda sampai menjalani terapi ke luar negeri untuk menangani penyakit bipolar miliknya.

Dilansir dari YouTube Maia AlElDUl TV (26/10/2021), wanita ini menghabiskan waktu selama hampir 1 bulan di Amerika Serikat saat menjalani pengobatan.

Marshanda mengaku sudah menderita penyakit ini sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu lah Ia sangat kesal saat melihat penyakitnya disalahgunakan sebagai konten belaka.

"Orang yang mendiagnosis kita adalah psikiater, yang tahu data kita dari lahir sampai sekarang... jadi ada tanggung jawab besar,"

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved