Breaking News:

Aturan Terbaru Naik Pesawat, Kereta Api, Bis, dan Kapal, Tak Perlu Tes PCR dan Antigen

Pemerintah memberikan kelonggaran persyaratan perjalanan seiring menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Editor: Alza Munzi
Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Jokowi menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1443 Hijriah 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kabar gembira bagi penumpang transportasi umum, baik darat, laut, dan udara.

Pemerintah memberikan kelonggaran persyaratan perjalanan seiring menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Kini penumpang pesawat, kereta api, kapal, dan bis tak perlu lagi tes antigen atau PCR.

Persyaratan itu sebelumnya berlaku untuk perjalanan baik itu perjalanan dalam negeri maupun luar negeri.

Hanya saja aturan itu berlaku bagi penumpang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap yaitu dosis pertama dan kedua.

“Bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap maka sudah tidak perlu lagi untuk melakukan tes swab, PCR maupun antigen,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan persnya, Selasa (17/5/2022).

Untuk diketahui selama pandemi Covid 19 pemerintah menerapkan aturan tes PCR dan atau antigen bagi pelaku perjalanan, baik itu darat, udara maupun laut.

Terutama yang menggunakan transportasi umum.

Selain melampirkan tiket para calon penumpang wajib menunjukkan dokumen bebas Covid 19.

Dengan masa berlakunya berubah-ubah tergantung situasi pandemi yang sedang terjadi.

Selain menghapus kebijakan tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memperbolehkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker,” kata Jokowi.

Meskipun demikian Presiden meminta agar masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di dalam ruangan atau saat berada di transportasi publik.

“Namun untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker,” ujarnya.

Selain itu Presiden menyarankan masyarakat yang sedang sakit batuk, pilek serta lansia dan kelompok masyarakat yang memiliki komorbid untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas.

“Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, Lansia atau memiliki penyakit komorbid maka saya tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas,” ungkap Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved