Rabu, 8 April 2026

Berita Bangka

Usai Pendemi Covid 19, Seluruh Siswa Lulus dan Naik Kelas

Rozali menjelaskan bahwa sejak bulan April 2022 di Kabupaten Bangka untuk SD dan SMP telah dilaksanakan ujian sekolah saja.

Penulis: deddy_marjaya |
Bangkapos.com/Edwardi
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali Romkad. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Akibat wabah pendemi covid-19 berdampak terhadap dunia pendidikan terutama terkait kualitas siswa. Sebab pendidikan yang diterima tidak penuh terhambat oleh pendemi.

Maka dari itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rozali Romkad Selasa (17/5/2022) sore mengharapkan seluruh siswa kelas 6 dan kelas 9 dapat lulus semua. Begitu juga siswa kelas 1-5 dan siswa 7-8 dapat naik kelas.

"Harapan kita semua siswa lulus dan naik kelas. Apalagi kita menggunakan kurikulum darurat, tidak ada paksaan untuk penuntasan kurikulum jadi berikan keringanan sebab dimaklumi dua tahun lebih ini sekolah tidak bisa maksimal dan ada kekurangan secara kualitas karena tidak seperti biasanya sepeti sebelum pendemi," kata Rozali Romkad.

Rozali menjelaskan bahwa sejak bulan April 2022 di Kabupaten Bangka untuk SD dan SMP telah dilaksanakan ujian sekolah saja.

Sebab untuk ujian nasional tidak dilaksanakan. Saat ini di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka ada 183 SD di Kabupaten Bangka yang akan meluluskan sekitar 24 ribu anak didiknya.

Sedangkan untuk SMP ada 46 sekolah yang akan meluluskan 14 ribu anak didiknya. Mereka yang lulus akan mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi.

Berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelumnya daya tampung mencukup.

Namun terkadang karena perbedaan minat orangtua ke sekolah negeri dalam zonasi mereka memilih dan berusaha anaknya masuk sekolah diluar zonasi.

"Jadi terjadi penumpukan minat dibeberapa sekolah yang dianggap favorit sementara ada sekolah lain yang peminat dan pendaftarnyaa kurang," kata Rozali Romkad

Rozali Romkad meminta para orangtua khususnya di Kabupaten Bangka diminta untuk tidak memaksa memasukkan anak anaknya untuk masuk ke sekolah diluar zonasi.

Pasalnya image adanya sekolah favorit masih melekat. Padahal semua sekolah negeri saat ini kualitasnya sudah merata dan hampir sama.

Dampak dari banyaknya anak mendaftar diluar zonasi beberapa sekolah menambah ruang kelas.

Bahkan ada sekolah menjadikan ruang perpustakaan menjadi kelas agar dapat menampung siswa baru yang membludak.

Nantinya jika ada sekolah yang membludak pendaftarannya akan digeser ke sekolah terdekat yang kurang pendaftar.

"Jadi dilema saat pendaftaran siswa baru tidak diakomodir mereka protes diakomodir ruang kelas terbatas jadi kita bagi bahkan ada ruang perpustakaan disulap jadi ruang kelas tambahan akhirnya bisa berjalan dan tidak jadi masalah saya harapkan tahun ini tidak terjadi lagi," kata Rozali Romkad.

(Bangkapos.com/deddy marjaya)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved