Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bakuda Babel Catat Ada 600.000 Penunggak Pajak, Ketua DPRD : Mesti Pemuktahiran Data Dulu

Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Bangka Belitung (Babel) mencatat hingga saat ini, sekira ada 600 ribu penunggak pajak

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Buruan Daftar! Pajak Kendaraan Anda Mati, Datang Ke Samsat Bangka Tak Perlu Bayar Denda 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Bangka Belitung (Babel) mencatat hingga saat ini, sekira ada 600.000 penunggak pajak dengan perkiraan nominal sebesar Rp921.000.000 lebih. 

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Bangka Belitung, Haris menyikapi serius persoalan penunggak pajak yang menjadi  kewenangannya. 

Pasalnya, dia menyatakan setiap tahunnya, nilai dan jumlah penunggak pajak ini terus bertambah. 

"Selama ini data yang kami punya kendaraan bermotor baik R 2 (kendaraan roda dua) maupun R 4 (kendaraan roda empat) sebanyak 600.000 lebih, tapi kami tidak tahu apakah kendaraan tersebut masih ada atau sudah jadi besi tua. Maka disini kami sekaligus melakukan update data kendaraan yang benar-benar ada fisiknya," ungkap Haris kepada Bangkapos.com, Rabu (18/5/2022). 

Baca juga: Penemuan Mayat Pria di Atas Kasur di Belitung Bikin Geger Warga, Posisi Korban Sedang Pegang HP

Baca juga: Tim Gradak Sat Narkoba Amankan 3,6 Kilo Sabu dan 355 Butir Ekstasi

Bakuda Bangka Belitung sudah membantu meringankan wajib pajak dengan menerbitkan program pemutihan, untuk mengoptimalkan salah satu pendapatan asli daerah (PAD) ini. 

Haris juga menjelaskan bahwa kegiatan pemutihan kendaraan bermotor ini dilaksanakan selama tiga bulan, karena setelah ini tidak ada pemutihan-pemutihan lainnya lagi. 

"Maka kepada masyarakat manfaatkan kesempatan ini untuk menyelesaikan tunggakan-tunggakan kendaraan bermotor bapak-ibu," harapnya. 

Dikarenakan program pemutihan ini dinilai belum optimal, maka Bakuda Bangka Belitung berencana akan bekerjasama dengan Kepolisian Daerah dalam pemungutan pajak. 

Bakuda Bangka Belitung sudah melalukan rapat koordinasidengan Kapolda Irjen Pol Yan Sultra pada Selasa (17/5/2022) kemarin, bertempat di ruang Rapat Kapolda Babel. 

Didamping Kabid Pajak serta Kepala UPT Samsat se-Babel, Kepala Bakuda Babel M Haris memaparkan terkait potensi pajak daerah yang menunggak selama ini. 

Bukan dari sektor kendaraan bermotor saja tapi ada sumber pajak yang belum begitu optimal antara lain pajak Migas dan Penggunaan Air Permukaan (PAP). 

"Kami berharap kedepan akan terbentuk Satgas Pajak. Kami sangat beterimakasih atas kerjasama kepolisian dalam membantu menyelesaikan permasalahan pajak kendaraan bermotor, serta update data kendaraan yang benar ada di Babel," kata Haris.

Baca juga: 1.343 Ekor Sapi di Bangka Belitung Masih Terinfeksi PMK, 2 Sapi Mati Tak Nafsu Makan

Baca juga: Komisi III DPRD Babel Pastikan Rp4,9 Miliar Dianggarkan untuk Persawahan Tiga Desa di Bangka Selatan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bangka Belitung (Babel) menyarankan memang harus ada pemuktahiran data. 

"Kalau tidak salah ini, kendaraan ini sudah terdata dari puluhan tahun, kemungkinan besar data ini mungkin tidak valid lagi, bisa saja sudah rusak atai fisiknya tidak ada. Maka ini sebaiknya ini di data terlebih dulu, yang memang tidak wajib pajak karena sudah tidak ada lagi barang, sehingga ini tidak menjadi beban pajak. Kami minta itu untuk pemutahiran data," kata Herman saat dikonfirmasi Bangkapos.com

Lebih lanjut, dia menyebutkan setelah data sudah valid maka adakan sosialisasi agar wajib pajak kendaraan R2 dan R4 diharap untuk segera membayar pajak. 

"Ini kewajiban kita terhadap negara dalam rangka membayar pajak. Selain itu, terkait kerjasama Bakuda dan Polda itu, mungkin terkait sinkronisasi data juga, kami harap kerjasama ini nanti akan membuat wajib pajak semakin tertib," jekas Herman.

( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved