Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Tunggu Kuota Vaksin untuk Atasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak

Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia berencana akan mengimpor sebagian vaksin untuk menangani wabah penyakit PMK

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Bangka Belitung, Edi Romdhoni. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia berencana akan mengimpor sebagian vaksin untuk menangani wabah penyakit mulut dan kaku (PMK) pada hewan ternak yang menyerang hewan ternak di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Bangka Belitung, Edi Romdhoni, mengharapkan, Provinsi Bangka Belitung nantinya dapat kuota vaksin untuk mengatasi penyakit mulut dan kaki tersebut.

"Kita masih menunggu terkait impor vaksin, yang dilakukan kementan. Lalu pusvetma dalam waktu yang tidak terlalu lama akan memproduksinya. Nanti, dapat kuota berapa perlu vaksinnya, yang pasti untuk sapi yang sehat," kata Edi kepada Bangkapos.com, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Penonton Bioskop Kembali Berkurang, Film KKN di Desa Penari Tetap Jadi Daya Tarik, Bikin Penasaran

Baca juga: Rp300 Miliar untuk Normalisasi Sungai di Kurau, 79 Rumah Warga akan Direalokasikan ke Tempat Aman

Menurut Edi, pelaksanaan vaksin terhadap sapi akan dilakukan langsung oleh dokter hewan dan pembantu dokter hewan.

"Nanti apabila kita kuotanya berapa, diberikan kepada hewan yang sehat bukan sakit. Apabila daerah itu banyak yang terpapar, maka diminta untuk disembuhkan dahulu. Setelah sembuh baru diberikan vaksin," lanjutnya.

Menurutnya, sambil menunggu vaksin, pemerintah telah berupaya mensosialisasikan ke peternak untuk dapat meningkatkan imun hewan ternaknya, dengan memberikan vitamin ke sapi.

"Karena PMK ini seperti flu, sehingga imun perlu ditingkatkan, karena sapinya ini banyak tidak mau makan rumput, karena sakit mulutnya, jadi perlu dicekoki cari makan lain," terangnya.

Baca juga: Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Terapkan Wajib Pemenuhan Kebutuhan Domestik

Baca juga: Antisipasi Meluasnya PMK di Babel, Polisi Lakukan Pengawasan Mulai dari Pengiriman hingga di Pasaran

Edi menegaskan, saat ini telah berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti membuat satuan tugas hingga ke kabupaten/kota untuk mengatasi PMK.

"Karena memang tren naik kasusnya dari 1.300 menjadi 1.700. Tetapi kesembuhan juga naik 40 persen," kata Edi.

Menurut Edi, penyebaran PMK dikatakan sangat cepat. Namun, dipastikan tidak menular kepada manusia, bahkan dagingnya masih bisa dikonsumsi.

"Penyebarannya cepat, tetapi masyarakat jangan panik tim gugus tugas di kabupaten/kota telah bekerja keras. Mereka telah melakukan komunikasi, menyampaikan informasi dan edukasi dalam melakukan pencegahan," pesan Edi. 

( Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved