Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Rp300 Miliar untuk Normalisasi Sungai di Kurau, 79 Rumah Warga akan Direalokasikan ke Tempat Aman

Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan sekitar Rp300 Miliar lebih.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos/Riki Pratama.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Babel, Adet Mastur. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Komisi III DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan sekitar Rp300 Miliar lebih untuk penataan badan aliran sungai dan merelokasi rumah warga di Desa Kurau, Bangka Tengah

Dia menyebutkan ada 79 rumah warga Kurau Barat yang akan ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang direalokasi ke tempat yang lebih aman 

"Tempat realokasi nya sudah disiapkan ada dua titik, kurang lebih dua hektare yang sudah disiapkan pemerintah tempat realokasinya, tinggal pelaksanaannya," jelas Adet dalam rilis. 

Sebelum dimulai pelaksanaan kegiaatan Realokasi rumah dan normalisasi sungai di Kurau, Komisi III DPRD Babel sudah melakukan kunjungan lapangan ke desa Kurau Barat kabupaten Bangka Tengah beberapa hari lalu.

Diharapkan kedepan, setelah dilakukan normalisasi dan realokasi tentunya akan berdampak baik bagi warga desa tersebut, khususnya dalam upaya pengendalian banjir dan penataan kawasan kumuh, sehingga warga akan merasa lebih aman, nyaman dan sehat. 

"Karena kondisi rumah yang dibawah nya air,  tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalkan ada ular, ada buaya. Karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga itu sendiri," katanya. 

Politisi PDI-P ini menilai, bahwa dengan kondisi bangunan rumah seperti saat ini tentunya akan membutuhkannya perawatan ekstra, sebab, tiang bangunan rumah tersebut denga n menggunakan kayu yang tentunya akan mudah rusak dan lapuk. 

Tidak hanya itu, menurutnya, tempat tinggal harus nyaman dan sehat, Sehingga perlunya dilakukan penataan agar desa Kurau barat betul-betul menjadi desa yang bersih, asri dan indah. 

"Kalau yang seperti ini saya yakin jauh dari asri dan indah. Kebijakan pemerintah, baik pemerintah provinsi, kabupaten maupun pemerintah pusat ingin merelokasi kan rumah yang ada disini ke tempat yang lebih aman, nyaman dan kondusif," kata Adet. 

( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita/Rilis)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved