Breaking News:

Berita Bangka Barat

Tiga Sapi Sembuh, Tersisa Empat Sapi PMK Lagi di Kabupaten Bangka Barat

Diketahui pada Kamis (19/5/2022) lalu, ditemukan tujuh sapi yang terkonfirmasi positif PMK yang berada di Kecamatan Kelapa.

Bangkapos.com/Rizki Irianda Pahlevy
Peternakan sapi yang ada di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabar baik kini datang dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat, usai mengkonfirmasi tiga sapi yang sebelumnya sempat terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) kini telah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya diketahui pada Kamis (19/5/2022) lalu, ditemukan tujuh sapi yang terkonfirmasi positif PMK yang berada di Kecamatan Kelapa.

Kabid Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan KabuKab Bangka Bangka Barat, Agung Ari Wibowo mengatakan, untuk keempat sapi sisanya juga telah menunjukkan, progres yang sama dengan tiga sapi yang telah terlebih dahulu dinyatakan sembuh.

"Iya jadi dari tujuh sapi yang kena PMK, itu tiga sapi sudah sembuh dan sisanya dalam proses penyembuhan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa sembuh, karena sudah menunjukan proges kesembuhan," ujar Agung Ari Wibowo, Selasa (24/5/2022).

Lebih lanjut untuk tingkat penyebarannya Kabupaten Bangka Barat cukup diuntungkan, dengan kondisi geografis yang berjauhan sehingga membatasi penyebaran yang terjadi.

"Rendah sekali kalau kita bandingkan dengan hewan yang beresiko terkena PMK itu sangat sangat kecil, hewan yang beresiko itu di Bangka Barat ini sekitar 1.795 ekor," tuturnya.

Selain itu, respon dari para peternak yang cepat untuk membatasi keluar masuknya sapi juga turut andil hingga kini belum adanya penambahan kasus PMK yang ditemukan di Kabupaten Bangka Barat.

"Jadi satu terkena di kandang bisa menyebabkan semua sapi, disatu kandang bisa terkena. Cuma angka kematiannya sangat kecil sekali biasa terjadi pada hewan-hewan muda, anak-anak sapi ataupun anak yang masih dalam kandungannya. Kalau untuk angka kematiannya dari PMK cukup rendah itu dibawah 5 persen, untuk angka kematian tapi untuk angka kesakitanya bisa 100 persen," jelasnya.

Sementara itu pihaknya mengimbau kepada para peternak bila ingin menjual hewan qurban nanti, untuk mengambil sapi dari daerah-daerah yang terbebas PMK atau zero PMK.

"Jadi kami menghimbau kepada seluruh peternak yang mana saat ini memang permintaan hewan qurban tinggi, kalau ingin menjual hewan qurban sebenarnya mengambil daerah-daerah yang masih bebas PMK. Ini tentunya guna menyelamatkan sapi yang masih sehat, serta jangan sampai mengobarkan peternak lainnya," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved