Breaking News:

Berita Bangka Barat

Persiapan Porprov 2023, KONI Bangka Barat Siapkan Pembinaan Puslatkab

Untuk pembinaan akan dilakukan bertahap dan rahap pertama tahun 2022, para atlet akan memulai TC jalan.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Lapangan sepak bola yang akan dijadikan venue Porprov 2023. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI akan digelar pada Juli 2023 mendatang. Sebagai tuan rumah Kabupaten Bangka Barat telah mempersiapkan konsep pembinaan para atlet yang akan unjuk gigi pada perhelatan olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pembina Prestasi dari KONI Bangka Barat, Bambang Setiabudi mengatakan, dalam waktu yang tinggal 13 bulan tersebut, sebanyak 20 cabang olahraga akan memulai pembinaan lewat Pusat Pelatihan Kabupaten (Puslatkab).

"Jadi pasca Porkab kita ada kurang lebih 20 cabor satu disiplin olahraga, itu akan melaksanakan Pusat Pelatihan Kabupaten," ujar Bambang Setiabudi, Kamis (26/5/2022).

Untuk pembinaan akan dilakukan bertahap dan rahap pertama tahun 2022, para atlet akan memulai TC jalan.

Pada pembinaan tidak terpusat ini para atlet tidak harus menginap, karena dalam satu minggu hanya ada dua sampai tiga kali pertemuan masing-masing cabor.

Bambang menegaskan atlet yang tidak menunjukkan perkembangan berarti, serta di bawah standar selama pembinaan tidak akan direkrut.

"Itu sudah masuk konsep pembinaan, disitulah nanti ada tahapan degradasi. Atlet yang memang sudah melakukan pembinaan, progressnya tidak memenuhi standar minimal," katanya.

Selanjutnya dimulai Desember hingga April 2023 akan ada TC jalan kedua, setelah itu tiga bulan berikutnya baru lah dilaksanakan TC terpusat.

Sementara itu diketahui untuk prestasi Bangka Barat pada Porprov 2018 yang hanya mendapat lima medali emas. Hal ini membuat KONI Bangka Barat ingin membidik posisi tiga besar, bahkan juara umum di Porprov 2023.

"Kalau untuk mencapai target, dari seluruh cabor dan nomor pertandingan harus mampu memperoleh 55 sampai 60 medali emas. Itu sudah kita coba analisis ke seluruh cabor masing-masing sudah kita bebankan sudah kita amanatkan, itu harus kita dapat," tegasnya.

Namun bila bicara mengenai cabor unggulan, Bambang mengungkapkan Kabupaten Bangka Barat tidak memilikinya karena untuk menentukan khusus cabor unggulan memiliki indikator yang banyak.

"Konsep dasar yang kita terapkan ke teman-teman Pengcab, tidak ada cabor yang tidak memperoleh medali. Setelah itu baru kita tajamkan medali apa medali apa, karena 2018 kita ngirim 18 cabor hanya 13 yang dapat medali. Jadi kita upayakan, hal seperti itu tidak terjadi lagi," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved