Breaking News:

BMKG Pastikan Potensi Banjir Rob Kecil Terjadi di Bangka Belitung

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Pangkalpinang memastikan potensi banjir rob kecil terjadi di Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Depati Amir Pangkalpinang Kurniaji, saat melihat kondisi cuaca di monitor komputer pantauan cuaca di Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 B Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Pangkalpinang memastikan potensi banjir rob atau banjir yang dipengaruhi pasang surut air laut di sejumlah daerah pesisir di Kepulauan Bangka Belitung kecil terjadi.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji mengatakan, memang Bangka Belitung diprediksi berpotensi dilanda banjir rob. Hal itu terjadi dikarenakan  bersamaan dengan fase bulan purnama serta dalam kondisi jarak terdekat bulan ke Bumi.

“Jadi potensi Bangka Belitung akan banjir rob itu kecil, mengingat saat ini sedang transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kemudian pasang maksimum itu terjadi pukul 23.00 WIB,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (27/5/2022).

Kurniaji menyebut, banjir rob yang kerap terjadi di daerah pesisir di Bangka Belitung disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya kondisi perige atau jarak terdekat bulan ke bumi yang meningkatkan pasang air laut dan gelombang tinggi serta hujan lebat.

Apabila hujan turun dengan intensitas dan durasi yang cukup lama. Kondisi ini diperparah dengan keadaan air laut yang sedang pasang. Akibatnya, terjadi banjir rob di wilayah pesisir pantai.

Akan tetapi, jika kedua faktor tersebut tidak terjadi secara bersamaan sejumlah daerah pesisir di Bangka Belitung masih aman dari potensi banjir rob.

“Kalau memang terjadi pasang maksimum bertemu dengan hujan lebat akan memperbesar potensi rob di wilayah kita. Namun, jika terjadi hujan lebat tanpa adanya pasang maksimum tidak akan terjadi banjir rob,” terang Kurniaji.

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat di Sejumlah Daerah Indonesia

Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada, Cuaca Ekstrem hingga Puting Beliung Intai Bangka Belitung

Lebih lanjut ungkap dia, banjir rob terparah memang sempat melanda sejumlah daerah pesisir di Bangka Belitung pada awal tahun 2021 lalu. Di mana kala pesisir Pantai Pasir Padi sempat diporak-porandakan oleh banjir rob dan ombak tinggi.

“Itu potensinya puncak penghujan dan bertemu dengan pasang maksimum pada pagi hari jadi bertemu. Jadi mengakibatkan banjir pasang cukup tinggi,” ujarnya.

Kendati demikian kata Kurniaji, masyarakat tetap diminta waspada serta menyiapkan segala mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak banjir rob di kawasan pesisir. Di mana dengan cuaca pancaroba seperti ini kemungkinan cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan disertai petir hingga angin puting beliung masih dapat terjadi.

Khusus bagi nelayan, saat ini memang ketinggian ombak cukup stabil dengan di ketinggian yang bervariasi antara 0,1-2 meter di seluruh perairan di Bangka Belitung. Namun, nelayan juga wajib waspada dengan adanya awal CB atau Cumolonimbus yang dapat terjadi.

Jenis awan yang memiliki bentuk datar, seperti dinding yang sangat gelap, padat, tinggi, dan besar. Awan ini dikenal juga sebagai awan petir yang dapat menghadirkan badai, hujan es, petir, atau kilat.

“Memang dengan adanya awan CB dapat menyebabkan terjadinya angin kencang di wilayah kita. Kalau gelombang, masih stabil tidak ada masalah,” kata Kurniaji. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved