Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Banyak Pasangan Pengantin Baru, Pengamat Prediksi Penjualan Properti di Babel 2022 Semakin Meningkat

Pada tahun 2022 diprediksi secara keseluruhan bisnis perumahan akan dapat meningkat, bahkan lebih cerah dari tahun lalu.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Pembangunan perumahan subsidi di kawasan perumahan di Air Itam Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pada tahun 2022 diprediksi secara keseluruhan bisnis perumahan akan dapat meningkat, bahkan lebih cerah dari tahun lalu.

Prediksi ini disampaikan Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) juga penerima Associate Wealth Manager Ari Agung Nugroho.

Menurut Ari, apalagi makin banyak muda mudi yang menikah, hingga kebutuhan sektor rumah tapak hingga rumah subsidi yang paling diminati akan meningkat.

Diakuinya, pasar paling dominan hingga mencapai 85 persen dari keseluruhan bisnis properti di Indonesia adalah sub sektor rumah tapak. 

"Pertumbuhan perekonomian dan daya beli meningkat, maka bisnis properti akan ikutan meningkat, pertumbuhan properti akan menjadi pilihan investasi masyarakat. Apalagi perumahan subsidi saat ini paling diminati oleh muda-mudi yang baru menikah karena dari segi harganya terjangkau," kata Ari kepada Bangkapos.com, Senin (30/5/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS Mantan Kadis PUPR Pangkalpinang Suparlan Dulaspar Datangi Polda Bangka Belitung

Baca juga: Sebut Mau Berkonsultasi, Mantan Kadis PUPR Pangkalpinang Masuk ke Ruang Ditkrimsus Polda Babel

Ia menilai, adanya wacana pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) yang akan diberikan juga kepada rumah inden (rumah belum jadi) menjadi peluang besar bagi pengembang maupun investor.

"Ini menjadikan daya dorong beli masyarakat apabila PPN ditanggung pemerintah dan memberikan relaksasi pajak serta tidak meningkatkan pajak PPH maupun BPHTB. Sehingga sektor properti menjadi investasi yang menjadi primadona masyarakat," sebutnya.

Dia juga mengatakan, selain itu suku bunga kredit pembelian properti apabila bisa menurun akan menambah gairah masyarakat untuk berinvestasi maupun memiliki properti sesuai kebutuhan.

"Karena investasi properti, nilai jual properti cenderung naik, bisa jadikan aset, resiko relatif rendah," bebernya.

Menurutnya, tantangan di Indonesia adalah kebutuhan hunian yang tinggi.

Pembangunan perumahan subsidi di kawasan perumahan di Air Itam Pangkalpinang
Pembangunan perumahan subsidi di kawasan perumahan di Air Itam Pangkalpinang (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved