Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Bangka Barat akan Salurkan Ribuan Ton Pupuk Subsidi kepada Petani, Ini Rincian Kuotanya

Semua kuota pupuk subsidi tersebut akan didistribusikan melalui toko-toko pengecer yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Bangka Barat akan mendistribusikan ribuan ton pupuk subsidi kepada masyarakat Bangka Barat.

Pendistribusian pupuk dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu akan dilaksanakan pada tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Penyuluh Petani Distangan Kabupaten Bangka Barat, Khairanis, Rabu (1/6/2022).

Adapun rincian pupuk subsidi yang akan disalurkan yakni, kuota pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 7.712 ton, SP-36 sebanyak 895 ton, ZA sebanyak 15.679 ton, NPK sebanyak 4.182 ton dan Organik sebanyak 2.615 ton.

Semua kuota pupuk subsidi tersebut akan didistribusikan melalui toko-toko pengecer yang ada di Kabupaten Bangka Barat.

"Itu data untuk satu tahun 2022 per Bulan Januari ini. Data ini sementara karena akan ada revisi pada alokasi pupuk bersubsidi pada Bulan Juli mendatang," kata Khairanis.

Setiap tahunnya Kementerian Pertanian (Kementan) RI sudah menetapkan kuota pupuk subsidi dibagikan. Namun bukan berarti besaran kuota yang diberikan setiap tahun itu tidak akan berubah, sebab akan terjadi perubahan di setiap tahun berjalan.

Pembagian Sesuai SK Bupati

Khairanis menyampaikan, penyaluran pupuk subsidi kepada masyarakat Bangka Barat sesuai jumlah yang tertera di Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Bupati Bangka Barat.

"Kami hanya menyesuaikan kuota yang disediakan dan dibuat SK per bulan dari Januari hingga Desember per kecamatan. Lalu, pupuk subsidi ini akan dibagikan melalui toko-toko pengecer yang ada di Bangka Barat," jelasnya.

Petani yang bisa mendapatkan subsidi pupuk dari pemerintah harus memenuhi kriteria dan ketentuan berdasarkan Permentan nomor 67 tahun 2016.

"Pupuk bersubsidi diberikan kepada petani dengan luas lahan maksimal dua hektare dan hanya akan diberikan kepada setiap petani yang bergabung dalam kelompok tani (Poktan)," imbuhnya.

Sedangkan harga pupuk disubsidi tersebut berbeda setiap jenisnya. Jenis Urea seharga Rp2.250 per kilogram (Kg), ZA seharga Rp1.700 per Kg, SP-36 seharga Rp2.400 per Kg, NPK seharga Rp2.300 per kg dan organik seharga Rp800 per kg.

Ia berharap kepada pengurus Poktan dapat mendorong petani lainnya untuk bergabung, serta bersama-sama menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) guna mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

"Namun harus berdasarkan ketentuan dan teknis Permentan Nomor 67 tahun 2016, guna meningkatkan efektivitas pupuk bersubsidi harus berdasarkan kebutuhan petani," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved