Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hidayat Arsani Berharap ke Depan Babel Tak Lagi Datangkan Cabai dan Bawang Merah dari Luar Daerah

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), diharapkan ke depan tidak perlu lagi untuk pasok cabai maupun bawang merah dari luar Pulau Bangka.

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Adi Saputra
Mantan Gubernur Bangka Belitung (baju putih) Hidayat Arsani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), diharapkan ke depan tidak perlu lagi untuk pasok cabai maupun bawang merah dari luar Pulau Bangka.

Pasalnya, Bangka Belitung memiliki potensi dari sektor pertanian dan perkebunan bagi masyarakat, bukan hanya menghasilan pertambangan pasir timah.

Ke depan Bangka Bleitung harus mampu untuk menghasilkan hasil pertanian sendiri, seperti cabai, bawang merah, sayur-sayuran serta tidak perlu lagi mengambil dari luar Pulau Bangka.

Mantan Wakil Gubernur Babel Hidayat Arsani, mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan harus mengembangkan di bidang pertanian bukan hanya pertambangan, Kamis (02/06/2022).

"Orang selama ini menganggap harga cabai enteng, dengan harga Rp45000  per kilogram akan tetapi jika harga cabai mencapai Rp120.000 ke atas ibu-ibu pada gelisah dan panas. Karena harga cabai mahal terutama cabai merupakan pemasaran strategis di Pulau Jawa," kara Hidayat kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Tanggapi Pengunduran Diri Herry Erfian sebagai Wakil Bupati Bangka Tengah, Ini Kata Pengamat Politik

Baca juga: Saat Korban Tertidur, Komplotan Pitol di Bangka Tengah Gasak Barang Berharga, Dua Pelaku Masih Buron

"Biasanya ibu-ibu kalau harga cabai murah bisa membeli lima kilogram, namun karena cabai  mahal hanya bisa membeli satu kilogram saja," tambahnya

Pria yang terkenal disapa dengan sebutan panglima ini, menyebutkan Bangka Belitung setiap hari membutuhkan 45 ton cabai per hari, namun sekarang Babel baru menghasilkan 10 persen.

"Maka ke depan saya minta kepada gubernur untuk tidak lagi mengambil cabai ataupun bawang merah dari luar Pulau Bangka. Terutama masalah harga jika di Jawa dengan harga Rp80.000 per kilogram, kita cukup jual Rp75.000 dengan memanfaatkan dinas pertanian memberikan penyuluhan kepada para petani dengan memanfaatkan programnya" sebut Hidayat.

Baca juga: Pj Gubernur Bangka Belitung Akan Berdiskusi dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia

Dirinya juga meminta kedepan kepada masyarakat Bangka Belitung, untuk mengubah pola pikir penghasilan bukan hanya dari pertambangan tapi pertanian.

"Timah memang tidak bisa hilang dari hati khususnya menjadi kebanggaan kita, akan tetapi jangan rakus dalam pengambilannya terutama hutan-hutan lindung dibantai. Maka kedepan kita harus merubah pola pikir masyarakat untuk bertani, dengan harapan bisa menghasilkan hasil pertanian sendiri," saran Hidayat.

Ia berharap kepada pemerintah provinsi maupun labupaten/lota, untuk memberikan pupuk subsidi bagi para petani.

( Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved