Breaking News:

Berita Bangka Barat

9 Bencana Alam Terjadi di Babar Sepanjang 2022, Dua Orang Tersambar Petir dan Ratusan Rumah Rusak

Achmad mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, apalagi bagi mereka yang melakukan aktivitas di laut, harus jeli melihat kondisi alam.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursyandi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pada Sabtu (4/6/2022) lalu sekitar pukul 13.45 WIB, kejadian nahas menimpa rombongan pemancing di perairan laut Jebu Laut, Desa Kelabat, Parittiga, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Para pemancing ini disambar petir di tengah laut. Dua orang meninggal akibat peristiwa tersebut. Sementara yang lainnya dilaporkan selamat.

Dua korban meninggal dunia tersebut adalah Ramadoni (40), warga Kelurahan Koba, Bangka Tengah dan Sukmayadi (42), warga Pangkalpinang.

Ramadoni diketahui merupakan seorang PNS di Pemkab Bangka Tengah. Sementara Sukmayadi adalah PNS di Pemkot Pangkalpinang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursyandi, mengatakan, berdasarkan catatan sepanjang Januari hingga Juni 2022 sudah terjadi sembilan bencana alam.

Di antaranya dua bencana banjir, enam puting beliung dan satu sambaran petir. Bencana alam puting beliung di Desa Sinarsari, Kecamatan Kelapa, sebanyak 47 rumah dan satu masjid mengalami kerusakan.

Kemudian di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, satu rumah yang mengalami rusak. Selanjutnya, di Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang yang merusak sebanyak 41 rumah dan kantor Desa dan Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang satu rumah juga rusak.

"Akibat puting beliung di Desa Kelabat dan Puput Kecamatan Parittiga terdapat dua rumah mengalami kerusakan dan terakhir di Desa Mislak, Kecamatan Jebus yang merusak satu rumah," kata Achmad Nursyandi, Senin (6/6/2022).

Sedangkan banjir, lanjutnya, terjadi di Kampung Tanjung laut, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, dan bencana alam sambaran petir di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga.

"Awal Januari 2022 banjir rob terjadi di kelurahan tanjung sebanyak dua kali, 120 rumah terdampak dan untuk bencana alam yang ada korban jiwa, dua orang pemancing meninggal dunia tersambaran petir di Parittiga," jelasnya.

Menurut Achmad, di Bulan Mei 2022 ini sudah tidak lagi masuk musim penghujan. Namun kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi karena meskipun cerah, kemudian tiba-tiba datang cuaca ekstrem.

"Kalau cuaca ini sebenarnya bukan di musim penghujan lagi. Tapi cuaca seketika berubah ekstrem, cuaca seperti ini tidak bisa kita tebak," bebernya.

Achmad mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, apalagi bagi mereka yang melakukan aktivitas di laut, harus jeli melihat kondisi alam.

"Kalau awan sudah hitam di laut, janganlah pergi ke laut. Masyarakat tetap waspada, terutama hati-hati, jangan lengah dengan cuaca yang tiba-tiba ekstrem, baik hujan, angin. Termasuk kalau ada kilat atau petir itu harus waspada, cari tempat yang aman untuk berteduh," tegas Achmad. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved