Breaking News:

Berita Bangka Barat

Angkat Stunting di Babar Masih Tinggi, Bong Ming Ming akan Edukasi Calon Pengantin dan Ibu Hamil

Menurut Ketua TPPS ini, pihaknya akan fokus memberikan edukasi kepada calon pengantin, menghindari pernikahan dini.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Wakil Bupati Bangka Barat sekaligus ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Babar, Bong Ming Ming 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bangka Barat berencana akan mengedukasi keluarga calon pengantin melalui program Bik Cantik 'Bina Keluarga Calon Pengantin Oke'.

Edukasi itu akan dilaksanakan mulai dari tingkat kecamatan hingga ke desa atau dusun, guna menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Diketahui, sepanjang 2022 untuk kasus stunting di Kabupaten Bangka Barat mencapai 558 kasus. Dari data tersebut kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Simpang Teritip.

Lokus intervensi stunting di Kecamatan Simpang Teritip, tersebar di antaranya Desa Simpang Gong 23 balita, Desa Ibul 59 balita, Desa Peradong 37 balita.

Selain itu, Desa Kundi sebanyak 78 balita, Desa Simpang Tiga 85 balita, Desa Air Menduyung 37 balita dan Desa Bukit Terak 36 balita.

Sedangkan di Kecamatan Kelapa yaitu, Desa Dendang 83 balita, Desa Tugang 60 balita, Desa Tuik 14 balita, dan Desa Pangkalberas 46 balita.

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, mengatakan, TPPS dalam waktu dekat akan mengedukasi masyarakat dari kecamatan hingga dusun guna penanganan stunting di wilayah Bangka Barat.

"Untuk penanganan ini, pertama harus melibatkan semua organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, guna penanganan stunting. Penanganan ini tidak bisa sendiri, kami akan melakukannya melalui proses Bik Cantik," kata Bong Ming Ming, Senin (6/6/2022).

Menurut Ketua TPPS ini, pihaknya akan fokus memberikan edukasi kepada calon pengantin, menghindari pernikahan dini. Kemudian, akan melakukan pendampingan ibu hamil hingga melahirkan.

"Makanan untuk ibu hamil akan disuplai agar tidak melahirkan anak stunting. Kemudian, kita juga mengawal makanan hingga diberikan gizi yang cukup. Itu yang akan kita edukasi buat ibu hamil jadi mereka tidak asal makan," imbuhnya.

Terapkan Metode Sama dengan Covid-19

Untuk penanganan stunting, lanjut Bong Ming Ming, dibutuhkan kepedulian bersama dan dirinya berencana akan menerapkan metode sama dengan penanganan Covid-19.

"Kita terapkan seperti penanganan Covid-19 bersama forkopimda. Insyaallah dengan cara ini penurunan stunting jauh lebih baik, serta edukasi ke masyarakat terus kita lakukan," imbuhnya.

Ke depan, Pemkab Babar berencana akan melibatkan pihak ketiga dalam penanganan sttunting. Sehingga tidak terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pelaksanaannya.

"Anggaran tidak harus serta merta APBD, banyak perusahaan yang bisa kita libatkan dalam hal penanganan stunting dan tidak membebani APBD. Target kita tidak muluk-muluk, minimal kita tidak nomor satu, tapi harapan kita Insyaallah bisa turunkan drastis, tapi tidak semudah itu," bebernya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved