Alasan Orang Jepang Sopan dan Mengerti Adab, Bisakah Dicontoh Negara Lain?
Ketika kamu meninggalkan toko, bukan hal yang aneh pula melihat pramuniaga atau pelayan berdiri di ambang pintu sambil membungkuk
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
BANGKPOS.COM - Kita tak bisa menampik bahwa kedudukan Jepang selama 3,5 tahun di Indonesia adalah suatu mimpi buruk.
Dalam sejarah, kekejaman tentara Jepang di Indonesia pun tertulis lewat Romusha, Tragedi Mandor berdarah di Kalimantan Barat, hingga Jugun Ianfu.
Bagi penerus bangsa yang hidup di zaman sekarang, sepertinya sulit membayangkan apa yang terjadi pada saat itu.
Ditambah lagi imej Jepang yang kini terkenal sebagai satu diantara negara tersopan di dunia.
Budaya sopan dan santun di Jepang ternyata tak terbentuk secara instan.
Merujuk BBC, Isao Kumakura, profesor emeritus di lembaga penelitian Museum Etnologi Nasional Osaka mengatakan etika dan adab orang Jepang berasal dari ritual formal upacara minum teh dan seni bela diri.
Upacara minum teh pun sudah menjadi tradisi di negeri sakura itu.
Tuan rumah upacara minum teh biasanya menyiapkan suasana yang nyaman untuk menjamu tamu.
Mulai dari memilih mangkuk, bunga, dan dekorasi yang paling tepat tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Para tamu, yang menyadari upaya tuan rumah, merespons dengan menunjukkan rasa terima kasih yang hampir penuh hormat.
Kedua belah pihak dengan demikian menciptakan lingkungan harmoni dan rasa hormat, yang berakar pada keyakinan bahwa kepentingan publik lebih diutamakan daripada kebutuhan pribadi.
Dari situlah muncul istilah "Omotenashi” atau semangat melayani.
Perilaku tuan rumah dan tamunya dalam upacara minum teh kemudian dipraktekkan ke kehidupan sehari-hari.
Misalnya dengan menggunakan masker ketika flu agar tidak menulari yang lain, tetangga yang memberi bubuk deterjen ketika kamu membangun rumah, hingga staf restoran yang menyapa tamu sambil menunduk badan.
Ketika kamu meninggalkan toko, bukan hal yang aneh pula melihat pramuniaga atau pelayan berdiri di ambang pintu sambil membungkuk sampai kamu sudah tidak terlihat.
Semua hal diatas adalah segelintir kebiasaan yang orang lain anggap begitu sopan di negara Jepang.
Tak hanya itu, barang-barang yang dibuatdi Jepang juga menerapkan prinsip omotenashi.
Sebut saja, pintu taksi uang terbuka secara otomatis hingga lift yang meminta maaf karena membuat kamu menunggu
Dalam budaya Jepang, semakin asing orang tersebut bagi mereka, maka akan semakin sopan pula sikapnya.
Keyakinan untuk tidak berbuat buruk kepada orang lain pun sudah ditanamkan sejak kecil, kata Noriko Kobayashi, kepala pariwisata sebuah konsorsium.
Demikian pula, dalam kode etik samurai, kasta militer.
Kesopanan dan kasih sayang adalah nilai inti Bushido (Jalan Prajurit) yang kuat dan sangat terampil dalam seni bela diri.
Ajaran-ajaran soal adab baik ini memang menuntut penguasaan atas emosi seseorang, ketenangan batin dan rasa hormat terhadap orang lain, termasuk musuh.
Hal yang luar biasa tentang negara Jepang itu sendiri adalah kesopanan yang seolah menular seperti penyakit campak.
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220608-seorang-wanita-melakukan-upacara-minum-teh-di-oita-pada-5-oktober-2019.jpg)