Breaking News:

Cabuli 3 Jemaat Remajanya, Pemimpin Gereja di Meksiko Dipenjara 16 Tahun

Garcia mengenakan pakaian oranye dan tidak membuat pernyataan apa pun selama persidangan, ia kemudian dibawa pergi dengan borgol saat sidang berakhir.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
AL SEIB / POOL / AFP
Naasón Joaquín García pemimpin gereja di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada 15 Juli 2019 

BANGKAPOS.COM - Naason Joaquin Garcia, pemimpin gereja besar di La Luz del Mundo, Meskiko telah dijatuhi hukuman 16 tahun delapan bulan penjara di pengadilan Los Angeles.

Garcia, pekan lalu mengaku bersalah atas tiga tuduhan pelecehan seksual terhadap gadis-gadis dari jemaatnya.

Dilansir BBC, Garcia telah menghadapi 19 tuduhan.

Pemimpin gereja yang telah membaptis lebih dari lima juta orang di dunia itu mengaku bersalah atas dua tuduhan oral seks secara paksa dan tindakan cabul kepada anak lainnya yang berusia 15 tahun.

Mengutip Tribunnews, kepada korbannya, Garcia mengatakan praktik berhubungan seksual tersebut bisa membuat jemaat mendapat keselamatan.

Sebaliknya, jika menolak, jemaat akan mendapat kutukan.

"Saya selalu terkejut dengan hal-hal yang dilakukan orang atas nama agama," kata Hakim Ronald Coen yang menjuluki Garcia predator seksual.

Dalam persidangan itu, Garcia memakai baju tahanan berwarna oranye dan mengenakan masker.

Dia kemudian mengaku bersalah dalam dua dakwaan, yakni memaksa korban melakukan oral seks dan mencabuli remaja berusia 15 tahun.

Sebagai gantinya, jaksa menghilangkan 16 dakwaan, termasuk dugaan pemerkosaan terhadap anak-anak serta perdagangan manusia untuk dijadikan obyek pornografi.

Para korban meminta Garcia dihukum lebih berat. "Dunia telah mendengar kalian," kata Jaksa Coen kepada para korban. "Saya menjamin hal itu."

Gereja La Luz del Mundo yang dipimpin Garcia juga dikenal sebagai Terang Dunia.

Gereja itu kemudian buka suara mengenai pengakuan bersalah dari Garcia.

Menurut lembaga keagamaan itu, Garcia mengaku bersalah karena dia tidak yakin bakal menjalani persidangan yang adil setelah jaksa merahasiakan atau memalsukan bukti.

Gereja itu menyatakan tidak punya pilihan lain kecuali menerima kesepakatan yang diberikan guna melindungi gereja dan pihak keluarga.

Jaksa mengatakan Garcia juga dibantu pihak lain dari gereja dalam melakukan aksi tidak terpujinya itu.

Jaksa mencatat beberapa kasus pelecehan seksual, di antaranya dilaporkan terjadi di rumah Garcia di Los Angeles.

Para korban mengatakan mereka disebut "malaikat" dan dikatakan bahwa mereka adalah milik Garcia.

"Mereka mengingatkan saya bahwa saya harus melayani Tuhan tanpa harus bertanya," kata seorang korban.

Dia mengaku pernah diminta berdansa oleh Garcia dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Sementara itu dalam pernyataan panjang yang dikeluarkan Rabu sore, gereja mengatakan mendukung keputusan Garcia untuk mengaku bersalah.

Permohonan itu, kata gereja, akan memungkinkan dia untuk “meminimalkan hukuman penjara untuk mendapatkan kembali kebebasannya.”

Garcia, kata pernyataan itu, “akan terus melayani gereja. Ini adalah jalan yang Tuhan tempatkan di depannya karena suatu alasan, seperti yang dia lakukan untuk Rasul Paulus.”

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved