Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Investasi Babel Capai Rp1,8 Triliun pada Triwulan I, Akademisi: Penambah Darah Pertumbuhan Ekonomi  

Realisasi investasi Bangka Belitung (Babel) pada Triwulan I (Januari - Maret 2022) mencapai Rp1,8 triliun. 

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
Kompas.com
Ilustrasi Rupiah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Realisasi investasi Bangka Belitung (Babel) pada Triwulan I (Januari - Maret 2022) mencapai Rp1,8 triliun. 

Dosen Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pertiba Pangkalpinang, Suhardi menilai realisasi ini memberikan sinyal yang baik. 

Pasalnya ada harapan bahwa nilai realisasi investasi di Bangka Belitung tahun 2022 akan melebihi dapat target Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yaitu sebesar Rp6,76 triliun 

"Jika hanya mengejar pencapaian target BPKM kita masih memerlukan setidaknya realisasi investasi sebesar Rp5,96 Triliun lagi dalam TW2, TW3 danTW4 tahun 2022, angka ini tentunya tidak hanya disumbang dari investasi dalam negeri (PMDN) namun juga pelu mengoptimalkan masuknya investasi asing (PMA)," ujar Suhardi, Kamis (9/6/2022). 

Angka TW 1 yang tercatat Rp1,8 triliun merupakan angka realisasi yang didata dari perusahaan yang telah mengantongi izin. 

Tentunya masih ada komitmen investasi yang masuk dalam daftar antrian, karena belum terpenuhinya persyaratan perizinan. 

"Memerhatikan angka ini terpercik optimisme realisasi investasi pada TW 2, TW 3 dan TW 4 akan terus meningkat seiring dengan kepercayaan investor khususnya investor dalam negeri dengan terus membaik rasio penyebaran pandemi Covid-19 dan pulihnya ekonomi Bangka Belitung," jelasnya. 

Apalagi Bangka Belitung memiliki beberapa sektor unggulan yang masih sangat potensial untuk dipacu pertumbuhannya yaitu sub sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan, dan tentunya juga sub sektor pariwisata. 

Pada sektor perikanan khususnya budidaya udang vaname menjadi primadona baru yang terbukti mampu tumbuh positif di kala pandemi covid-19. 

"Kita berharap pemetaan potensi dan peluang investasi serta penawaran investasi kepada investor pada sektor yang menjadi unggulan ini terus digalakkan pemerintah daerah maupun pusat agar realisasi investasi akan semakin mampu mendekati atau melampaui target," katanya.

Dia menjelaskan, investasi secara umum akan menguntungkan sistem perekonomian suatu negara atau suatu daerah, semakin tinggi realisasi investasi suatu daerah tentu semakin banyak dana segar (uang beredar) yang berputar dalam perekonomian suatu daerah, ketersediaan dana segar ini akan digunakan untuk mendorong produksi dan konsumsi yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Investasi sangat diperlukan dalam sistem perekonomian, karena investasi merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi (PDRB), selain konsumsi, pajak, saving dan ekspor-impor. 

"Investasi merupakan vitamin penambah darah bagi sektor perekomian, karena dengan investasi dana segar akan mengalir yang dapat menggerakkan proses produksi kemudian juga akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga. Ketika investasi lesu tentu daya dorong perekonomian juga tidak maksimal," lanjutnya. 

Geliat investasi akan sangat tergantung pada membaiknya iklim bisnis atau iklim berusaha di suatu daerah atau negara. Tidak hanya melihat sisi strategis atau ketersediaan bahan baku atau bahan pendukung yang baik, investor tentu akan tertarik menanamkan modalnya ketika infrastruktur suatu daerah seperti jalan, akses transportasi, jembatan, listrik, air, serta pelabuhan tersedia dan terdukung secara maksimal. 

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved