Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tiga Bulan Awal 2022, Realisasi Investasi Bangka Belitung Capai Rp1,8 Triliun

Dengan rincian dari investasi penanaman modal dalam negeri (PMDM) Rp1,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp111 miliar.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung, Darlan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung mencatat total realisasi investasi Bangka Belitung pada triwulan I (Januari-Maret 2022) mencapai Rp1,8 triliun.

Dengan rincian dari investasi penanaman modal dalam negeri (PMDM) Rp1,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp111 miliar.

Sementara pada tahun 2022 ini, Bangka Belitung ditargetkan Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mesti mencapai Rp6,76 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung, Darlan melihat capaian pada triwulan I 2022, optimis akan bisa mencapai target yang ditentukan itu.

"Rp1,8 triliun ini kalau stagnan atau begitu terus, maka target Rp6,76 triliun akan bisa tercapai di akhir tahun. Data itu didapat dari National Single Window for Investment (NSWi) yang dipublish oleh BPKM, lengkap setiap provinsi. Kita diurutan sekitar 27, kemarin juga pernah 25," ujar Darlan, Kamis (9/6/2022).

Dia menyebutkan nilai investasi di Bangka Belitung kecil bila dibanding daerah lain karena proyek kecil, wilayah kecil dan penduduk juga sedikit.

"Kawasan industri kita sedikit, proyek jalan tol tidak ada, proyek jembatan tidak ada, maka kecil investasi," katanya.

Untuk di Bangka Belitung, sektor yang paling dominan berinvetasi dari sektor pertanian dan perkebunan.

"Perkebunan lagi ramai, sawit orang buka lahan baru, investasi lada, dan karet juga. Selain itu di sektor perikanan yakni udang vaname dan sektor pertambangan juga, secara garis besar itu di Bangka Belitung," lanjutnya.

Bagi yang belum memiliki izin usaha, dia berharap ke depan masyarakat untuk segera melengkapi izin-izin usaha agar memiliki legalitas.

"Kalau tidak ada izin, otomatis ilegal usaha mereka, izin usaha bisa melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), itu pelaku usaha tidak perlu lagi datang ke sini, bisa realtime dari kantor mereka untuk memohon izin, asal syarat lengkap dan tinggal di upload pada sistem itu," katanya.

Tak hanya itu, pelaku usaha diharapkan untuk melaporkan laporan kinerja penanaman modal (LKPM), untuk melihat realisasi investasi.

"Itu setiap tiga bulan, pada triwulan itu pada 1-10 April, artinya 10 hari setelah per triwulan, jadi mereka lapor secara online, jadi seluruh usaha itu akan diketahui angka realisasi investasi yang Rp1,8 triliun itu," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved