Breaking News:

Militer dan Kepolisian

Mulai Senin Polisi Gelar Operasi Patuh Selama 14 Hari, Ini Sasaran Pelanggaran dan Cara Bayar Tilang

Kepada masyarakat juga, mari bersama-sama kita dengan petugas untuk lebih tertib berlalu lintas. Siapkan semuanya, kendaraan, fisik, surat-suratnya

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
dok Bangkapos.com
Sejumlah pengendara saat terjaring operasi Patuh Menumbing 2021 di depan Mako Polres Pangkalpinang, Jumat (1/10/2021) pagi. 

BANGKAPOS.COM-Polisi di seluruh Indonesia mulai, Senin (13/6/2022) akan menggelar operasi Patuh 2022.

Operasi ini dilakukan selama 14 hari hingga 26 Juni 2022 mendatang.

Adapun penamaan Operasi Patuh di masing-masing provinsi berbeda-beda namanya.

Di wilayah Polda Metro Jaya, operasi ini dinamai Operasi Patuh Jaya.

Sementara untuk wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dinamakan Operasi Patuh Menumbing.

Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan, pelaksanaan Operasi Patuh 2022 bertujuan untuk mengajak masyarakat tertib dalam disiplin berlalu lintas.

Operasi Patuh Menumbing 2021 yang digelar oleh Ditlantas Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (2/10/2021)
Operasi Patuh Menumbing 2021 yang digelar oleh Ditlantas Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (2/10/2021) ((Ist/Ditlantas Polda Babel))

“Operasi Patuh 2022 mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dan penegakan hukum dengan dua cara,” ujar Eddy, dilansir dari NTMC Polri (7/6/2022).

“Yakni dengan tilang, baik itu dengan tilang elektronik (ETLE) statis dan mobile serta dengan penindakan teguran. Jadi tidak ada pelaksanaan penegakan hukum dengan tilang manual,” kata dia.

Ia menambahkan dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2022, Korlantas Polri bertujuan untuk mengajak masyarakat tertib dalam disiplin berlalu lintas.

Eddy juga menambahkan, agar petugas di lapangan dapat memahami betul sasaran operasi, dengan melaksanakan operasi secara maksimal dan sungguh-sungguh.

Namun demikian, Eddy menyarankan agar petugas selalu melakukan pendekatan secara humanis, dan lakukan sosialisasi, edukasi, dan imbauan secara simpatik ke masyarakat, baik secara langsung di lapangan maupun memanfaatkan media sosial.

Sehingga operasi nantinya dapat meningkatkan disiplin berlalu lintas dan meminimalisir kasus laka lantas.

“Itu menjadi sasaran utama, yang kedua itu menurunkan bagaimana angka pelanggaran maupun angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” ucap Eddy.

“Kepada masyarakat juga, mari bersama-sama kita dengan petugas untuk lebih tertib berlalu lintas. Siapkan semuanya, kendaraan, fisik, surat-suratnya, taati aturan-aturan yang ada selama berlalu lintas, jadi kita bersama bisa menyelamatkan anak bangsa,” kata dia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved